Post ini adalah lanjutan dari kajian sebelumnya yang telah kami share, Bagi yang belum baca artikel-artikel sebelumnya tentang tema ini silahkan klik disini,..

Setelah hukum dan kriteria mencakup jenis dan usia hewan qurban telah jelas, berikut penulis susun beberapa riwayat tentang tata cara berqurban.

Riwayat Pertama: (menajamkan pisau dan menenangkan hewan) shahih

 حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا إسماعيل بن علية عن خالد الحذاء عن أبي قلابة عن أبي الأشعث عن شداد بن أوس، قال: ثنتان حفظتهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: “إن الله كتب الإحسان على كل شيء، فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة، وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبح، وليحد أحدكم شفرته، فليرح ذبيحته

Dari Syadad bin Aus berkata: ada du hal yang saya hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama  , beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (kebaikan) atas segala sesuatu, maka jika kalian membunuh, maka perbaguslah dalam membunuhnya, dan jika menyembelih, maka perbaguslah sembelihannya, dan hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sesembelihannya” [1] (HR. Muslim, No.1955).

Takhrij Hadis:

Hadis juga dikeluarkan oleh: Imam Abu Daud[2]. Imam At-Tirmidzy[3]. Imam An-Nasai[4]. Ibnu Hibban[5], Imam Al-Baghwy[6]. Imam Ibnu Aby Syaibah[7]. Imam Ad-Darimy[8]. Imam Ibnu Majah[9].

Semuanya bermuara ke Khalid Al-Hadza dari Aby Qilabah, dari Aby Asy-asyats dari Syadad bin Aus radliyallahu ‘anhu. Semua rowi ini tsiqah.

Riwayat Kedua: (bertakbir dan membaca bismillah disaat menyembelih) shahih

 حدثنا مسلم بن إبراهيم ثنا هشام عن قتادة عن أنس : أن النبي صلى الله عليه و سلم ضحى بكبشين أقرنين أملحين يذبح ويكبر ويسمي ويضع رجله على صفحتهما

Dari Anas radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama berqurban dengan dua domba yang bertanduk dan berwarna abu-abu. Beliau menyembelih, bertakbir dan membaca bismillah. Serta beliau meletakkan kakinya di atas rusuk domba tersebut”. (Abu Daud : 2794) [10]

Takhrij Hadis:

Hadis juga dikeluarkan oleh: Imam Al-Bukhary[11]. Imam Muslim[12]  Imam Ahmad[13]. Imam An-Nasai[14]. Imam Ad-Darimy;. Imam Ibnu Majah[15] Sunan Ibnu Majah[16]. Imam Ibnu Khuzaimah[17]. Imam Ibnu Hibban[18].

Semua imam diatas mengeluarkan dalam kitabnya bermuara kepada Qotadah bin Di’amah dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu.

Qotadah seorang rowi yang tsiqah dan sudah disebutkan penjelasannya.

Riwayat ini telah nyata keshahihannya.

 

SYARAH HADIS:

Salah satu syarat ketika hendak menyembelih adalah pisau atau alat yang digunakan untuk menyembelih adalah tajam, sebaliknya apabila alat yang digunakan untuk menyembelih hewan qurban itu tidak tajam maka akan menyakiti hewan tersebut. Ini adalah tuntunan yang sangat mulia dalam memperlakukan hewan qurban. Pada riwayat pertama selain pisau yang digunakan itu tajam juga yang menyembelih harus pandai dalam menenangkan hewan agar ketika hendak menyembelih tidak ada gangguan-gangguan yang akan menggagalkan penyembelihan seperti hewan tersebut berontak, lepas dari tempat sembelihannya dll.

Apabila hewan yang akan disembelih itu sudah bisa dikendalikan dan si penyembelih sudah siap untuk menyembelih maka disunnahkan membaca bismillah disertai takbir sebagai salah satu syarat qurban itu.

Pada riwayat Abu Daud diatas memang disebutkan takbir dulu kemudian bismillah, namun diriwayat lain disebutkan bacaan do’anya dimulai bismillah dulu kemudian bertakbir seperti apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary melewati Hafs bin Umar dari Hisyam:

ضحى النبي صلّى الله عليه وسلّم بكبشين يسمي و يكبّر

Lafadz Al-Bukhary tersebut dikuatkan oleh riwayat Imam Muslim melewati Abu ‘Awanah dari Qatadah. Imam Ahmad melewati Abdul Malik dari Hisyam. Dan beberapa imam lain juga saling mendukungnya. Karena itu urutan yang mahfudz adalah bismillah dulu kemudian bertakbir. Adapun pada riwayat Abu Daud diatas berdasarkan urutan do’anya diduga terdapat kekeliruan dari sumber rowinya.

 

 

bersambung ke Amaliyah Qurban, Klik disini, …

[1] Imam Muslim. Shahih Muslim. No. 1955 hal. 1020 Ar-Riyadl: Darul Mughny, 1419H/1998M.

[2] Sunan Aby Daud No. 2815

[3] Sunan At-Tirmidzy No. 1409

[4] Sunan An-Nasai No. 4405, 4411, 4412, 4413, 4414

[5] Shahih Ibnu Hibban No. 5883, 5884

[6] Syarhu Sunnah Al-Baghwy No. 2783

[7] Mushannaf Ibnu Aby Syaibah No. 27931

[8] No. 2013

[9] No. 3170

[10] Kitab Sunan Aby Daud; Imam Abu Daud. Juz 3 hal. 158 Cet. Daru Ibni Hazm

[11] No. 5564, 5565

[12] Shahih Muslim No. 1966

[13] Musnad Ahmad No. 12147, 13234, 25046

[14] Sunan An-Nasai No. 4418

[15] Sunan Ad-Darimy No. 1988

[16] No. 3120

[17] Shahih Ibnu Khuzaimah No. 2895

[18] Shahih Ibnu Hibban No. 5900

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + 14 =