panji-hitam-1-300x300

Sebelumnya telah kami ulas jalur sanad riwayat Ibnu Mas’ud r.a tentang takhrij hadits Bendera Hitam dari Khurosan yang dimana riwayatnya adalah sangat lemah dan termasuk riwayat yang goir muhtamal (riwayat yang tidak bisa saling menguatkan). bagi yang belum membaca pembahasan jalur Ibnu Mas’ud r.a silahkan klik disini,..

Untuk post kali ini masuk pembahasan kedua pada jalur riwayat Abu Hurairoh r.a. berikut takhrijnya:

2. HADITS ABU HURAIROH R.A

 

حدثنا قتيبة قال: حدّثنا رشدين بن سعد عن يونس عن ابن شهاب الزهري عن قبيصة بن ذؤيب عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : تخرج من خرسان رايات سود لا يردها شيء حتى تنصب بإيلياء

”Akan muncul dari khurusan (Afghanistan) Ro’yatu Suud (bendera-bendera hitam), maka tidak ada sesuatu pun yang bisa mencegahnya sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya’ (Al-Quds; Palestina)”.

(Dikeluarkan oleh Imam At-Turmudzy. Juz 4 hal.115 no.hadits 2265. Cet. Darul Ghorb Al-Islamy)

Selain Imam At-Turmudzy mengeluarkan riwayat ini, juga dikeluarkan oleh:

  1. Ahmad bin Hambal; Kitab Musnad. Dari jalan Yahya dan Qutaibah dari Risydiin
  2. Al-Baihaqy; Kitab Ad-Dalail An-Nubuwwah dari jalan ‘Abdullah bin Yusuf dari Risydiin
  3. Ibnu ‘Asakir; Kitab At-Tarikh. Dari jalan Abu Kureib dari Risydiin
  4. Imam At-Tbhobarony; Kitab Al-Mu’jamul Ausath. Abdullah bin Yusuf dari Risydiin
  5. Imam At-Thobarony; Kitab Musnad Asy-Syamiyyin. Dari jalan Ibnu Yusuf, Yusuf bin ‘Ady dan Abu Harits dari Risydiin
  6. Na’ien bin Hamad; Kitab Al-Fitan. Dari jalan Qutaibah bin Sa’id dari Risydiin
  7. Abu Qosim Al-Husein bin Muhammad; Kitab Fawaid Al-Hinnaaie. Dari jalan Sa’id bin Aby Maryam dari Abdullah bin Suwaid dan Risydiin bin Sa’d

 

Dari keseluruhan riwayat diatas dapat di simpulkan bahwa seluruh riwayat yang dikeluarkan oleh para imam mukhorrij diatas bersumber dari Risydiin bin Sa’d hanya saja dari kitab yang dikeluarkan oleh Abu Qosim di kitabnya Fawaid terdapat Abdullah bin Suwaid sebagai mutabi’ (rowi penyerta) bagi Risydiin.

Berikut bagan riwayatnya:

bendera-hitam-bagan

 

Siapakah Risdiin bin Sa’d ini?

Beliau adalah Risdiin bin Sa’d bin Muflih bin Hilal Al-Mury Abu Hajjaj Al-Mishry.

Berikut komentar para Ahlu Jarh tentangnya:

< Ahmad bin Hanbal : “Aku berharap dia itu baik haditsnya”

< Yahya bin Ma’in : “Haditsnya ditulis”

< Abu Zur’ah : “Haditsnya Dloif (lemah)”

< Abu Hatim : “Dia itu rowi Munkar dan ia rowi yang lalai meriwayatkan hadits-hadits dengan kemungkaran dari rowi-rowi yang terpercaya”

< Ya’qub Al-Juzajany : “dia itu memiliki banyak riwayat yang Mu’dlol dan riwayat-riwayat yang munkar”

< Imam An-Nasai : “Dia rowi Matruk. Haditsnya dloif dan tidak ditulis”

(lihat semua penilaian diatas di kitab Tahdzibul Kamal No.rowi 1911. Kitab Tahdzibu At-Tahdzib No.rowi 526)

Atas semua penilaian diatas Al-Hafidz Ibnu Hajar menyimpulkan “dia rowi Dloif”.[1]

Walaupun Abu Hatim dan Imam An-Nasai menilai Risydiin ini rowi yang Munkar dan Matruk (riwayatnya goir muhtamal) namun Al-Hafidz sepertinya memperhitungkan juga penilaian Imam Ahmad dan Ibnu Ma’in yang menilai rowi ini riwayatnya bisa di tulis (Muhtamal).

Hemat penulis penilaian Al-Hafidz Ibnu Hajar cukup tepat dimana rowi semisal Risydiin ini memang riwayat yang dibawanya Dloif yang muhtamal. Namun kedloifannya bisa tarangkat apabila:

  1. Risydiin memiliki mutabi’ (rowi penyerta) dari guru yang sama
  2. Riwayat yang dibawanya tidak bertentangan dengan rowi tsiqoh

 

Pada point no. 1 Risydin memiliki mutabi’ seperti yang telah penulis kutip diatas yaitu ‘Abdullah bin Suwaid. Sepintas terlihat saling menguatkan karena ‘Abdullah bin Suwaid adalah rowi Shoduq (jujur) atas penilaian Ibnu Hajar[2] Namun Ibnu Suwaid ini apabila kita lihat dalam silsilah periwayatan tidak memiliki sanad keguruan kepada Yunus bin Yazid. Lihat kitab Tahdzibul Kamal[3] dan kitab-kitab yang lainnya. Hal ini akan nampak jelas ketika para imam mukhorrij yang enam pun tidak mengeluarkan riwayat dari sanadnya dan hanya meriwayatkan dari jalan Risydiin seorang saja. Adapun ‘Abdullah bin Suwaid hanya didapatkan di kitab Fawaid Al-Hinnaie. Dari riwayat meninggalpun terjadi kejanggalan. Ibnu Suwaid meninggal 102H[4] sedangkan Yunus meninggal tahun 159H[5]. mana mungkin yang sudah meninggal meriwayatkan dari yang masih hidup?

Karena itu sanad yang terdapat Ibnu Suwaid dari Yunus bin yazid di kitab Fawaid adalah sangat ghorib (asing). Kemungkinan besar terjadi “Tashhif” dalam sanad di kitab yang dikeluarkan oleh Abu Qosim atau kekeliruan dari rowi-rowi setelahnya. Wallahu A’lam.

Dengan begitu kenyataannya yang benar adalah hanya Risydiin saja meriwayatkan dari Yunus bin Yazid. Ini adalah bentuk kemungkaran dari riwayat yang dibawa atas nama Yunus bin Yazid.

Yunus bin Yazid adalah seorang rowi yang tsiqoh (terpercaya) yang memiliki para murid yang tsiqoh yang biasa meriwayatkan darinya semisal :

  1. Jarir bin Hazm
  2. Hassan bin Ibrohim
  3. Sulaiman bin bin Bilal
  4. Tolhah bin Yahya
  5. Ibnu Roja’ Al-Makky
  6. Abu Sofwan
  7. Abdullah bin ‘Umar
  8. Ibnu Mubarok
  9. Ibnu Wahab
  10. Utsman bin ‘Umar
  11. ‘Amar bin Harits
  12. Utsman bin ‘Umar
  13. Dll

 

Mereka diatas adalah para rowi yang tsiqoh tidak meriwayatkan dari Yunus seperti apa yang dibawa oleh Risydiin dari Yunus bin Yazid. Riwiayat yang dibawa oleh Risydiin seorang dari Yunus yang tsiqoh yang memiliki murid-murid yang tsiqoh adalah kemungkaran.

Abu Hatim diatas sungguh sangat tepat mengomentari tentang Risydin bahwa Rowi ini adalah suka meriwayatkan riwayat-riwayat yang munkar mengatas namakan dari rowi-rowi yang tsiqoh.

Kesimpulan Jalur Abu Hurairoh r.a:

Atas penelusuran riwayat ini maka bisa diketahui riwayat dari arah Risydiin bin Sa’d adalah Munkar. Penilaian Imam An-Nasai tentang Risydiin sangat keras dengan menilai “rowi ini (Risydin) adalah seorang rowi Matruk (hadits-haditsnya ditinggalkan).

Tidaklah benar terdapat Abdullah bin Suwaid sebagai rowi penyerta dari Risydiin karena Ibnu Suwaid tidak memiliki jalur sanad keguruan ke Yunus bin Yazid.

Karena itu jalur Abu Hurairoh r.a adalah riwayatnya sangat lemah (goir muhtamal) karena Risydiin menyendiri. Dan dia rowi Matruk menurut Imam An-Nasai. Riwayatnya tidak sah untuk saling menguatkan dengan riwayat yang lainnya.

Tidaklah benar Rasullullah saw menyampaikan riwayat tentang bendera hitam ke Abu Hurairoh r.a.

Bersambung ke hadits Tsauban r.a (Bagian Akhir) Klik disini …

 

Akhukum Fillah
Abu Aqsith ; Dadi Herdiansah

Pameungpeuk Bandung Jawa Barat Indonesia


[1] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Tahqiq Abul Asybal. Hal. 326 cet. Darul ‘Ashimah

[2] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Tahqiq Abul Asybal. Hal. 513 cet. Darul ‘Ashimah

[3] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Mizzy. Juz 32 hal.551 No.7188 Cet. Muassasatu Ar-Risalah.

[4] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Tahqiq Abul Asybal. Hal. 513 cet. Darul ‘Ashimah

[5] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Mizzy. Juz 32 hal.557 No.7188 Cet. Muassasatu Ar-Risalah

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + twelve =