Sejauh manakah kita sudah berinteraksi dengan al-Qur’an?

Membaguskan lagam suara ketika membaca al-Qur’an adalah Sunnah Nabi.

1. Membaca al-Qur’an.
Rasulullah saw dalam hal ini memberikan pesan.
“Bacalah al-Qur’an! Karena sesungguhnya al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi pembacanya”. (Shahih Muslim no.804)

Hitungan fahalanya 10 kali lipat, dan itu dihitung berdasarkan jumlah hurufnya. Sabda Rasulullah saw:
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: ALIF LAAM MIM itu satu huruf, tetapi ‘ALIF’ satu huruf. ‘LAM’ atu huruf dan ‘MIM’ satu huruf”. (Sunan at-Tirmidzy no.2912)

Bagi anda yang merasa berat untuk membaca al-Qur’an, dikarenakan sulit dalam mengucapkan huruf, bacaan panjang, dan lain-lainnya, tidak masalah, asalkan terus berusaha belajar membaca, mempelajari ilmu tajwid dan terus mengamalkan, usaha anda dihargai oleh-Nya.
“Orang yang mahir membaca al-Qur’an, maka nanti akan berkumpul bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang kesulitan dan berat ketika membaca al-Qur’an. Maka ia akan mendapatkan dua fahala” (dari membaca dan usahanya). (Shahih al-Bukhory 9:532, Shahih Muslim no. 798, Sunan at-Tirmidzy no.2904 dan Sunan ibn Majah no.3779)

2. Menghafal al-Qur’an
Tidak hanya membaca, kita juga diperintahkan untuk menghafalnya. Dan itu harus dilakukan dengan usaha keras dan terus menerus. Karena al-
Qur’an kalau tidak diperlakukan seperti itu akan mudah lepas. Kalau sudah lepas, apalah artinya diri kita.
Rasul saw bersabda:
“Jagalah (hafalkanlah) oleh kamu sekalian al-Qur’an ini. Karena demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya (Allah Swt), sungguh al-Qur’an itu lebih cepat terlepasnya, daripada unta terlepas dari tali ikatannya”. (Shahih al-Bukhory 9:73, Shahih Muslim no.791)

3. Mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.
Rasul Saw dalam hal ini bersabda:
“Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”. (Shahih al-Bukhory 9:532, Shahih Muslim no.798, Sunan at-Tirmidzy no.2904 dan Sunan Ibn Majah no.3779)

al-Qur’an juga dalam hal ini mengingatkan:
“Maka apakah mereka tidak mentadaburi (memperhatikan) al-Qur’an, ataukah hati mereka TERKUNCI ?” (QS.Muhammad [47] : 24)

Sebuah peringatan keras kepada orang-orang yang tidak senang membuka dan mengkaji al-Qur’an. Kata Allah, apakah mereka hendak mengunci hati-hati mereka sendiri. Sehingga kemudian hati-hati mereka menjadi terkunci.
“Dan sungguh kami telah mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS.Qamar [54] : 17, 22, 32, 40)

Ayat ini diulang sampai empat kali dalam Surat al-Qomar. Sebuah isyarat betapa salahnya orang-orang yang mengira bahwa belajar al-Qur’an sulit. Ini tentunya harus memecut hati kita agar lebih bersemangat lagi dalam mempelajari al-Qur’an.

4. Membaguskan lagam suara ketika membaca al-Qur’an
Rasulullah Saw pernah bersabda:
“Allah tidak senang mendengarkan suara merdu dan keras, selain mendengar orang melagukan bacaan al-Qur’an.” (Shahih al-Bukhory 9: 60, 61, 13: 433, Shahih Muslim no.792, Sunan Abi Dawud no.1473, Sunan an-Nasa’iy 2:180).

Dalam kesempatan lain, ia mengingatkan dengan cukup keras:
“Barang siapa yang tidak suka membaguskan lagam suaranya di waktu membaca al-Qur’an, maka tidaklah termasuk golonganku. (Sunan Abi Dawud no.1471, Shahih al-Bukhory 13: 468)

Kedua hadits diatas cukup bagi kita belajar membaca al-Qur’an dan membaguskan suaranya adalah sunnah Nabi Saw.

Sebuah kesalahan ketika kita tidak suka melagukan dan membaguskan bacaan al-Qur’an.
Orang yang hanya fokus pada melagukan al-Qur’an saja tanpa mau berusaha memahami isi ma’na al-Qur’an adalah “OKNUM”. Namun tidak lantas kita tidak mau belajar membaguskan bacaan al-Qur’an karena takut dikatakan “OKNUM”.

Sesuai dengan tuntunan Rasul Saw kita berusaha belajar membaca, menghafal dan membaguskan/melagukan al-Qur’an adalah mau berusaha memahami dan mengamalkannya.

Sudah sejauh mana kita menjalankan Qur’an Sunnah?
Qur’an Sunnah adalah seperti yang di isyaratkan al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan” (QS.al-Baqoroh 208)

Belajar membaca, menghafal, membaguskan bacaan al-Qur’an dan memahami sekaligus mengamalkannya adalah salah satu sunnah Nabi yang harus kita jaga. Semoga kita termasuk orang yang mau menjaga al-Qur’an.

Wallahu ‘Alam Bishshowab.

4 thoughts on “Sejauh manakah kita sudah berinteraksi dengan al-Qur’an?

  1. Alit Sukandar

    Ust, bisakan saya memperoleh webise abu-aqsith.com offline nya? agar saya bisa belajar tanpa harus buka internet.Trm kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *