Menuntut Ilmu Sampai Ke Negri China Haditsnya Palsu

Hadits tentang menuntut ilmu sampai ke China cukup banyak telah tersebar ke seantero jagat raya. Kepopulerannya disebabkan mudah di hafal dan isinya cukup memotifasi siapapun untuk belajar tanpa batas Negara. Namun apakah riwayat tentang ini adalah shahih? Apakah riwayat ini berasal dari Nabi saw?

Berikut pembahasan singkatnya takhrij hadits menuntut ilmu sampai ke China:

 

Hadits Pertama: Jalur Abu ‘Atikah

 

أخبرنا أبو طاهر الفقيه أبنا أبو حامد بن بلال ثنا إبراهيم ابن مسعود الهمداني ثنا الحسن بن عطية القرشي ثنا أبو عاتكة البصري عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “اطلبوا العلم ولو بالصين، فإنّ طلب العلم فريضة على كل مسلم”.

Rasulullah saw bersabda: “Tuntutlah ilmu walau kenegri china, karena menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim”.

(Dikeluarkan oleh Imam Al-Baihaqy; Al-Madkhal Ila As-Sunan Al-Kubra No. 324 Hal.292 cet. Adlwaaussalaf)

Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqy dalam kitab Syu’abul Iman no.1543. Yusuf bin ‘Abdil Barr dalam kitab Jami’u Bayani Al-‘Ilmi no.20-22 Hal.28 cet. Daru Ibnu Jauzy. Ibnu ‘Ady Juz 4 No.1432. Al-Khotib Al-Baghdady; At-Tarikh Juz 9 no.364.

Semua jalan pada kitab-kitab diatas bermuara hanya pada Abu ‘Atikah Thorif bin Salman:

أبو حاتم  : ذاهب الحديث

Abu Hatim menilai: “Ia itu Dzahibul Hadits”

البخاري : منكر الحديث

Imam Al-Bukhary menilai: “ia itu Munkarul Hadits”

الدارقطني : ضعيف

Imam Ad-Daroquthny menilai: “ia itu Lemah”.

قال البزار : حديث أبي عاتكة: اطلبوا العلم ولو بالصين”؛ لا يُعرف أبوالعاتكة، ولا يُدرى من أين هو، فليس لهذا الحديث أصل

Imam Al-Bazzar: Hadits Abu Atikah: “Tuntutlah ilmu walau ke negri china” adalah ia tidak dikenal. Dan tidak di ketahui darimana ia berasal? Dan hadits ini tidak ada asal usulnya.

 

Jalur pertama ini sangat lemah riwayatnya dloif gair muhtamal (riwayat lemah yang tidak bisa saling menguatkan dengan riwayat yang lainnya)

 

Hadits Kedua: Jalur Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Al-‘Asqolany:

 

أخبرنا أحمد نا مسلمة نا يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم العسقلاني ثنا يوسف بن محمد الفريابي ببييت المقدس، ثنا سفيان ابن عيينة، عن الزهري، عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “اطلبو العلم ولو بالصين. فإن طلب العلم فريضة على كل مسلم.

Rasulullah saw bersabda: “Tuntutlah ilmu walau kenegri china, karena menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim”.

(Dikeluarkan oleh Yusuf bin ‘Abdil Barr dalam kitab Jami’u Bayani Al-‘Ilmi no.29 Hal.37 cet. Daru Ibnu Jauzy)

Dalam sanad ini terdapat Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Al-‘Asqolany. Rowi ini lemah:

  1. Al-Hafidz Ibnu Hajar:

كذّاب

“dia pendusta”[1]

  1. Imam Adz-Dzhaby:

وهذا كذاب في السند والمتن

“(dia) ini adalah pendusta pada sanad dan matan”[2]

Dan juga dalam kitab Mizannya:

كذّاب

“dia pendusta”[3]

 

Di jalur kedua ini nampak jelas riwayatnya lemah sekali. Dloif goir muhtamal.

 

Kesimpulan:

 

Hadits yang tersebar tentang menuntut ilmu sampai ke negri china adalah lemah sekali dan bisa dikatakan riwayatnya maudlu (palsu) dan bukanlah perkataan Nabi saw. Adapun lafadz setelahnya yaitu:

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Ini banyak jalan-jalannya yang in syaa Allah akan dibahas di post baru.

Jalur Abu ‘Atikah dengan jalur Ya’qub bin Ibrohim tidak bisa saling menguatkan disebabkan kelemahan yang sangat parah. Rowi yang matruk dan rowi pendusta tidak bisa dianggap saling menguatkan. Terlebih murid-murid Anas r.a pada kemana disaat Abu ‘Atikah rowi matruk meriwayatkan darinya. Juga pada jalur Ya’qub terdapat sufyan bin ‘uyainah rowi tsiqoh yang dimana murid-muridnya yang tsiqoh tidak ada satupun yang tahu tentang riwayat yang dibawa oleh Ya’qub.

Riwayat tentang ini (menuntut ilmu sampai ke china) tidak boleh disandarkan kepada Nabi saw.

Boleh kita pakai sebagai kata-kata mutiara saja karena di dalamnya terdapat motivasi belajar.

 

Wallahu A’lam bishowab.

Abu Aqsith

Dadi Herdiansah

Pameungpeuk – Bandung – Jawa Barat – Indonesia

 

 

 

 


[1] Kitab Lisanul Mizan; Ibnu Hajar. Juz 8 hal. 525 no. 8631 cetakan: Maktabah Al-Matbu’ah Al-Islamiyah

[2] Kitab Al-Mughny Fie Dlu’afa; Adz-Dzahaby. Juz 2 hal. 550 no.7184 Cet. Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah

[3] Kitab Mizanul I’tidal; Adz-Dzahaby. Juz 7 hal.274 no.9812 Cet. Darul Kutub Al’ilmiyyah

One thought on “Menuntut Ilmu Sampai Ke Negri China Haditsnya Palsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *