Secara umum rawi mudallis ketika didapatkan pada salah satu sanadnya ber-‘an’anah  maka mestilah di cari pada jalur yang lain (dari tema yang sama) apakah ia menyatakan sama’ pada syaikhnya tersebut atau tidak, boleh jadi kita dapatkan di jalur yang lain ada rawi perantara antara rawi mudallis ini dengan syaikhnya.

Sebagai contoh:

حدثنا اﺑﻦ ﻧﻤﻴﺮ، حدثنا اﻷﺟﻠﺢ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﻋﻦ اﻟﺒﺮاء، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﺎ ﻣﻦ ﻣﺴﻠﻤﻴﻦ ﻳﻠﺘﻘﻴﺎﻥ ﻓﻴﺘﺼﺎﻓﺤﺎﻥ، ﺇﻻ ﻏﻔﺮ ﻟﻬﻤﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﻔﺮﻗﺎ» رواه أحمد

Dari al-Barā r.a ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang berjumpa kemudian bersalaman, kecuali keduanya akan diampuni sebelum keduanya berpisah”

(H.R. Ahmad: Musnad Ahmad No. 17813)

Pada hadits ini terdapat Abu Ishaq assabi’ie seseorang yang diklasifikasikan sebagai mudallis, mukhtalit di akhir hayatnya tapi tsiqah, kibarut tabiin. Apakah ia sedang bertadlis?

Dalam penulusuran sanad di dapatkan di kitab al-Ikhwān Libni Aby Dunya sebagai berikut:

١١١ – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَيُّوبَ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي دَاوُدَ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ فَقَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَلْقَى أَخَاهُ فَيُصَافِحُ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا»

الإخوان لابن أبي دنيا

Dalam hadits ini di dapatkan Abu Ishāq meriwayatkan dari Aby Daud sebelum dari al-Barrā r.a.

Abu ishak dalam biografinya sudah djelaskan sama’nya terhadap syaikhnya yakni Albarra’ tapi dalam riwayat ini abu ishāq meriwayatkan hadits dari Abu Dawud. Oleh sebab itu dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam sanad yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Abu Ishāq sedang bertadlis kepada Al-Azlah, adapun kepada Abu Bakar bin ‘Ayyasy ia menyebutkan Abu Daud.

Abu Daud ini adalah Nufai’ bin al-harits abu daud al-a’ma seorang rawi munkarul hadits.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﻓﻲ “” ﺗﻬﺬﻳﺐ ﺍﻟﺘﻬﺬﻳﺐ “” 10/471 ‏( ﻋﻘﺐ ﻗﻮﻟﻪ : ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ “” ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ : “” ﻧﻔﻴﻊ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﺍﻷﻋﻤﻰ ، ﻳﺮﻭﻯ ﻋﻦ ﺍﻟﺜﻘﺎﺕ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ ﺗﻮﻫﻤﺎ ، ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻻﺣﺘﺠﺎﺝ ﺑﻪ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ “” ﺍﻟﺜﻘﺎﺕ : “” ﻧﻔﻴﻊ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺎﺭﺙ ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻭ ﻋﻨﻪ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺧﺎﻟﺪ ، ﻓﻜﺄﻧﻪ ﺟﻌﻠﻪ ﺍﺛﻨﻴﻦ ‏) : ﻫﻮ ﻭﻫﻢ ﻣﻨﻪ ﺑﻼ ﺭﻳﺐ ، ﻭ ﻫﻮ ﻫﻮ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺎﺟﻰ : ﻛﺎﻥ ﻣﻨﻜﺮ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﻜﺬﺏ

Nufai’ ini rowi munkarul hadits. Abu Ishaq bertadlis kepada al-Ajlah dengan tidak menyebutkan Nufai’ yang dlaif.

Simpulan:

Atas contoh di atas dapat difahami bahwa rawi yang mursil dan rawi mudalis jelas berbeda.

Mursil adalah seorang rawi yang memang dipastikan tidak bersambung sebab tidak pernah liqā (bertemu) atau tidak sama’ (mendengar).

Sedangkan rawi mudallis adalah rawi yang memang ada hubungan guru dan murid dengan syaikhnya namun di beberapa riwayat yang ia bawa hakikatnya ia mendengar dari rawi lain, namun rawi itu ia tadliskan dan langsung menyebutkan gurunya.

Dalam hadits ini, Abu Ishaq sedang bertadlis.

 

Tim Kajian Sanad Hadits

Editor: Abu Aqsith, Dadi Herdiansah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight − eight =