Memilih Pejabat Kafir?

gub-muslim_20160107_195721

Soal Inbox :
Ust apa maksud surat al maidah 51?

Apakah surat tersebut menunjukan haram mengangkat orang kafir sebagai pejabat?

Jawab:
Surat al maidah itu kami kutip dulu bunyinya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ – المائدة : 51

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin-mu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Ma-idah: 51)

Surat ini bentuknya larangan dengan menggunakan “fiil nahyi”

الأصل في النهي التحريم

“Asal pokok dari larangan menunjukkan haram”

Surat ini tidak sedang membodohi masyarakat untuk tidak memilih orang KAFIR sebagai pemimpin, sebaliknya surat ini adalah sedang menuntun keselamatan untuk tidak menjadikan orang KAFIR sebagai pemimpin.

Apabila orang kafir berkuasa maka lebih banyak madlorotnya untuk umat islam karena kebaikan mereka para pemimpin kafir ujungnya adalah “ada maunya”, ayat ayat allah swt akan mudah diperjual belikan dengan harga yg murah.

Untuk memahami tafsir surat al-maidah ayat 51 jangan dengar kaum orientalis atau sekuler apalagi orang kafir karena mereka jangankan sebagai ahli tafsir, orang muslim pun bukan.

Dengarlah pemahaman Umar bin Khottob r.a dalam memahami ayat tersebut:

6545- حدثنا كثير بن شهاب، ثنا محمد بن سعيد بن سابق، ثنا عمرو بن أبي قيس، عن سماك بن حرب، عن عياض، أن عمر، أمر أبا موسى الأشعري ، أن يرفع إليه ما أخذ وما أعطى في أديم واحد، وكان له كاتب نصراني، فرفع إليه ذلك فعجب عمر ، وقال:”إن هذا الحفيظ هل أنت قارئ لنا كتابا في المسجد جاء من الشام ؟”فقال: إنه لا يستطيع، قال عمر:”أجنب هو ؟”قال: لا بل نصراني، قال: فانتهرني وضرب فخذي، قال:”أخرجوه، ثم قرأ: ” يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا اليهود والنصارى أولياء بعضهم أولياء بعض ومن يتولهم منكم فإنه منهم “

Dari ‘Iyadh diceritakan bahwa Umar memerintahkan Abu Musā al-Asy’ariy untuk menghadap melaporkan apa yang ia lakukan dalam satu waktu, sedangkan ia memiliki seorang sekretaris NASHRONY, kemudian ketika ia melapor kepada beliau, Umar heran seraya berkata: sungguh ini terpelihara, apakah engkau pembaca Kitab di masjid yang datang dari Syam?. Abu Musa menjawab: ia tidak bisa masuk masjid, Umar bertanya lagi: apakah ia junub?. Abu Musa menjawab: tidak, ia seorang NASHRONY (KAFIR). Umar lalu menghardikku dan memukul pundakku, kemudian berkata: keluarkan ia! Lalu ia membaca ayat QS al-Māidah : 51”

(ibn aby hatim no 6545)

Lihatlah umar r.a begitu marah ketika ada orang nashrony menjabat sebagai sekretaris, apalagi jika menjabat ketua (pemimpin).

Jadi jangan dengar orang Kafir namun dengarlah UMAR r.a

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *