Post ini lanjutan dari artikel sebelumnya, apabila post pertama dan post kedua belum sempat baca silahkan di klik pada link post tersebut.

Untuk post berikutnya, kajian masuk pada mudhahhi (yang berqurban) dan jumlah Udhiyyah (hewan qurban). berikut catatan yang telah kami susun:

Aspek Mudhahhi (yang berqurban) dan Jumlah Udhiyyah (hewan qurban)

Riwayat Pertama: (satu ekor sapi oleh satu orang) shahih.

 حدثنا عثمان بن أبي شيبة حدثنا يحيى بن زكرياء بن أبي زائدة عن ابن جريج عن أبي الزبيرعَنْ جَابِرِ قَالَ ذَبَحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَائِشَةَ بَقَرَةً يَوْمَ النَّحرِ

Dari Jabir ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama menyembelih hewan qurban untuk Aisyah seekor sapi pada hari nahar.” [1] (Imam Muslim 1419H/1998M)

Takhrij Hadis:

Dikeluarkan juga oleh: Abu ‘Awanah kitab Mustakhraj melewati Abu ‘Ashim dari Ibnu Jureij no.3273. Juga oleh Imam Athohawy kitab Syarhu Musykil Atsar melewati Rauh bin ‘Ubadah dari Ibnu Jureij No.3848.

Riwayat ini Shahih berdasarkan standar Imam Muslim.

Riwayat Kedua: (1 ekor sapi dan 1 ekor unta oleh 7 orang) shahih.

 وحدثنا يحيى بن يحيى أخبرنا أبو خيثمة عن أبي الزبير عن جعفر جـ وحدثنا أحمد بن يونس حدثنا زهير حدثنا أبو الزبير عن جابر قال : خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم مهلّين بالحج فأمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نشترك في الإبل والبقر، كل سبعة منا في بدنة

“Kami pergi berhaji bersama Rasulullah shallahu ‘Alaihi wasallam, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami berqurban unta atau sapi. Setiap tujuh orang diantara kami, berqurban seekor sapi atau onta. (HR. Muslim no. 1318) [2]

Takhrij Hadis:

Hadis ini juga dikeluarkan oleh: Imam Ahmad melalui Abun Nadlar dan Yahya bin Adam dari Zuhair No. 14116.  Imam Al-Baghwi melewati ‘aly bin Ju’d dari Zuhair No. 1131. Imam Ath-Thabarany melewati Abul Walid dari Zuhair No. 6563.

Abu Az-Zubair dari Jabir radliyallahu ‘anhu diragukan ketersambungannya, namun Imam Muslim mendapatkan jalur periwayatan lain Abu Az-Zubair dari Ja’far radliyallahu ‘anhu, sehingga riwayat ini sudah sangat kuat dan saling mengokohkan.

Riwayat ini shahih dan sharih menjelaskan kepemilikan hewan qurban satu ekor sapi atau satu unta dimiliki maksimal oleh 7 orang.

Riwayat Ketiga: (satu ekor unta oleh 10 orang) dlaif

 حدثنا الحسين بن حريث وغير واحد قالوا حدثنا الفضل بن موسى عن حسين بن واقد عن علباء بن احمر عن عكرمة عن بن عباس قال : كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم في سفر فحضر الأضحى فاشتركنا في البقرة سبعة وفي الجزور عشرة قال أبو عيسى هذا حديث حسن غريب وهو حديث حسين بن واقد

Dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : “Kami pernah bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam satu perjalanan. Tibalah hari ‘Iedul-Adhlaa. Lalu kami berserikat sebanyak tujuh orang untuk seekor sapi dan sepuluh orang untuk seekor onta”.

Abu ‘Isaa berkata : “Hadits ini hasan ghariib, dan ia adalah hadits Husain bin Waaqid”

(H.R. Imam At-Tirmidzy No. 905) [3]

Takhrij Hadis:

Hadis ini juga dikeluarkan oleh: Ibnu Hibban shahih Ibnu Hibban melewati Muhammad Ar-Ruyani dari Al-Husein bin Harits No. 4007. Imam At-Thabarany masih melewati Al-Husein bin Harits No.11929. Imam Ahmad Juz 1 hal. 275. Imam An-Nasai Juz 7 hal. 222. Imam Ibnu Majah No. 3131. Imam Al-Baihaqy Juz 5 No.235-236. Imam Al-Baghwy No.1132 semua dari jalan Al-Fadl bin Musa dari Husein bin Waqid. Imam Hakim Juz 4 hal. 230 melewati ‘Aly bin Al-Husein dari Al-Husein bin Waqid.

Riwayat ini semua bermuara ke Al-Husein bin Waqid dalam keadaan tafarrud (menyendiri). bagi pengkaji hadits tentang do’a shaum dzahaba dzama’u nama al-Husein ini tidak asing karena dialah satu-satunya rawi yang membawa riwayat tersebut dari rawi majhul Marwan al-Muqaffa. berikut kedudukan al-Husein bin Waqid menurut pandangan para ahlu nuqad (kritikus hadits):

Yahya bin Ma’in: “Dia itu Tsiqah (terpercaya)”[4]

Abu Zur’ah dan Imam An-Nasai: “Dia itu tidak ada masalah”[5]

Ibnu Hibban: “Ia termasuk orang yang baik dan boleh jadi ia ada kekeliruan dalam riwayatnya”[6]

Imam Al-‘Uqoily berkata: “Imam Ahmad mengingkari Hadits (Al-Husein)”[7]

Imam Ahmad berkata: Pada Hadits-haditsnya terdapat tambahan dimana aku tidak mengetahui darimana ia dapat? ”[8]

Imam As-Sajy berkata: “Fihi Nadzar (perlu diteliti) dan ia termasuk rowi Shaduq yang ada kekeliruan”[9]

Ibnu Hajar: “Tsiqah (terpercaya) namun memiliki kekeliruan-kekeliruan”[10]

Apabila melihat keseluruhan komentar para ahlu jarh wa ta’dil diatas dapat difahami bahwa Al-Husein pada dasarnya riwayatnya baik hanya saja ia memiliki kekeliruan sehingga dihawatirkan ketika ia meriwayatkan sedang dalam keadaan keliru, karena itu kesendiriannya tidak kuat. Riwayatnya dapat diterima apabila matan yang dibawanya tidak menyalahi riwayat lain yang lebih kuat.

Dan ditema ini Husein bin Waqid menyalahi riwayat yang lebih kuat yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim juga para imam yang lain dari arah Abu Zubair dari Jabir radliyallahu ‘anhu dan dari Ja’far radliyallahu ‘anhu dengan informasi 1 ekor unta diwakili oleh 7 orang. (lihat riwayat ke-2)

Kekeliruan riwayat ini dapat dirasakan ketika pada riwayat Ibnu Hibban didapatkan informasi yang meragukan:

وفي البعير سبعة أو عشرة

“dan pada unta (diwakili) oleh 7 orang atau 10 orang”.

Disini masih melewati Husein bin Waqid terlihat ragu menyebutkan jumlah.

Riwayat ketiga ini pada dasarnya baik dan saling mendukung dengan riwayat kedua diatas melewati Abu Zubair dari Jabir radliyallahu ‘anhu dan Ja’far tentang informasi kepemilikan 1 ekor sapi dan unta, hanya saja jumlah yang disebutkan yaitu 10 adalah tidak kuat.

Riwayat Keempat: (satu ekor kambing oleh 1 orang) hasan.

 حدثنا عبد الرحمن بن إبراهيم قال حدثنا ابن أبي فديك قال حدثني الضحاك بن عثمان عن عمارة بن عبد الله بن صياد عن عطاء بن يسار قال : سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” كَانَ الرَّجُلُ في عهد النبي  صلى الله عليه وسلم يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ ثم تَبَاهَى النَّاسُ فَصَارَ كَمَا تَرَى

“Saya bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshary, bagaimana kondisi qurban di zaman Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam, maka beliau berkata, “Dahulu seseorang berqurban dengan satu kambing untuk dirinya dan keluarganya. Mereka makan dan memberi makan. Sampai orang-orang pada berlomba-lomba sampai seperti yang anda lihat.” (H.R. Ibnu Majah) [11]

Takhrij Hadis

Hadis ini dikeluarkan oleh Ibnu Majah no. 3147. Juga dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzy melewati Abu Bakar Al-Hanafy dari Ad-Dhahhak. Imam At-Thabarany melewati Yahya bin Al-Mughirah dari Ibnu Aby Fudaik dari Ad-Dhahhak. Imam Malik dalam kitab Al-Muwatho sebagai mutabi’nya Dhahhak sama-sama meriwayatkan dari ‘Umarah bin Shayyad.

Riwayat ini baik.

Ad-Dhahak nama aslinya Ad-Dhahak bin Utsman bin Abdullah bin Khalid bin Hizam Al-Asady.

Imam Ahmad, Yahya bin Ma’in, Mus’ab Az-Zubairy dan Abu Daud menilai Adh-Dhahak tsiqah. Adapun Abu Zur’ah menilai: Laisa biqawie.[12] Andaikan Ad-Dhahhak dipermasalahkan atas komentar Abu Zur’ah : laisa biqawy (dia tidak kuat) kesendiriannya tetap baik dan juga pada riwayat ini ia diikuti oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwathonya sehingga sanad ini sudah kuat.

Riwayat Kelima: (dua ekor kambing oleh satu orang) shahih

 حدثنا آدم بن أبي إيّاس حدثنا شعبة حدثنا عبد العزيز بن صهيب قال : سمعت أنس بن مالك رضي الله عنه قال : كان النبي صلّى الله عليه وسلّم يضحّي بكبشين وأنا أضحّي بكبشين

Anas radliyallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan dua ekor domba dan aku juga berqurban dengan dua ekor domba”. (H.R. Al-Bukhary) [13]

Takhrij Hadis:

Imam Muslim riwayatnya diikuti oleh Imam Ad-Daraquthny No. 4761 sama-sama melewati ‘Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas radliyallahu ‘anhu.

Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim No. 1966. Imam Ahmad No. 12147. Imam At-Tirmidzy No. 1494. Imam Aby Daud No. 2794. Imam Ad-Darimi No. 1988. Imam Ibnu Majah No. 3120. Imam An-Nasai No. 4415 dan No. 4416. Imam Ibnu Khuzaimah No. 2895. Ibnu Hibban No. 5900 dan No. 5901. Semuanya bermuara ke Qotadah dari Anas radliyallahu ‘anhu. Adapun Imam An-Nasai No. 4386 melewati Tsabit dari Anas radliyallahu ‘anhu.

Hadis ini shahih dengan sanad yang kuat.

Riwayat Keenam: (satu kambing untuk keluarga dan untuk umat) shahih

 حدثنا هارون بن معروف حدّثنا عبد الله بن وهب قال. قال حيوة أخبرني أبو صخر عن يزيد بن قسيط عن عروة بن الزبيرعن عائشة  رضي الله عنها – : أنّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أمر بكبش أقرن ، يطأ في سواد ، ويبرك في سواد ، وينظر في سواد ، فأتي به ليضحي به ، فقال : يا عائشة ، هلمي المدية ، ثم قال : اشحذيها بحجر ، ففعلت ، ثم أخذها وأخذ الكبش ، فأضجعه ثم ذبحه ، ثم قال : بسم الله اللهم تقبل من محمد ، وآل محمد ، ومن أمة محمد ، ثم ضحى به .

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:  bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menyuruh dibawakan seekor kambing kibas bertanduk, yang kaki, perut dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah hewan itu kepada beliau kemudian beliau bersabda, “Wahai Aisyah, ambilah pisau!” kemudian beliau bersabda, “Asahlah dengan batu!” Aisyah melaksanakannya. Setelah itu beliau mengambil pisau dan kambing lalu beliau membaringkannya, dan menyembelihnya seraya berdoa, “Bismillah. Ya Allah, terimalah (qurban ini) dari Muhammad, keluarganya dan ummatnya. Kemudian beliau menyembelihnya” (HR. Muslim) [14]

Takhrij Hadis:

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad No.  24491 dengan sanad yang sama. Imam Al-Baihaqy Juz 9 hal.286 dengan sanad yang sama. Imam Abu Daud No.2792, Imam Al-Baihaqy di kitab Shagir No. 1803. Melewati Abu ‘Awanah. Imam Ath-Thahawy di kitab Syarhu Ma’any Al-Aatsar Juz 4 hal.176. Ibnu Hibban No. 5915. Imam Al-Baihaqy di kitab Sunan dan kitab Ma’rifatu Sunan dari jalur ‘Abdullah bin Wahb.

Riwayat ini shahih karena itulah Imam Muslim meriwayatkan.

Bersambung pada syarah hadits, silahkan klik disini, …


[1] Kitab Shahih Muslim. Imam Muslim. Ar-Riyadl: Darul Mughny, 1419H/1998M. Hal. 684 No. 1319

[2] Kitab Shahih Muslim. Imam Muslim. Ar-Riyadl: Darul Mughny, 1419H/1998M.

[3] Kitab Sunan At-Tirmidzy. Imam At-Tirmidzy Juz 2 hal. 238 No. 905 cet. Darul Garb Al-Islamy

[4] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Al-Mizzy. Juz 6 hal. 494 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[5] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Al-Mizzy. Juz 6 hal. 494 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[6] Kitab Tahdzibu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Juz 1 Hal. 438 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[7] Kitab Tahdzibu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Juz 1 Hal. 438 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[8] Kitab Tahdzibu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Juz 1 Hal. 438 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[9] Kitab Tahdzibu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Juz 1 Hal. 438 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[10] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. Hal.251. No.rowi 1367. Tahqiq Abul Ashbal. Cet.Darul ‘Ashimah.

[11] Ibnu Majah. Sunan Ibnu Majah. Juz 3 hal. 541 Beirut: Darul Ma’rifah, 1416H.

[12] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Al-Mizzy. Juz 13 hal. 273-274 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[13] Imam Al-Bukhary. Shahih Al-Bukhary. Hal. 789 No. 5553. Ar-Riyadl: Maktabah Ar-Rusydi, 1427H/2006M.

[14] Imam Muslim. Shahih Muslim. No. 1967 Hal. 1087 Ar-Riyadl: Darul Mughny, 1419H/1998M.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − 4 =