Sebelumnya telah kami postkan pelajaran kesatu dan kedua tentang Ittishālu Sanad atau tersambung sanad. yang belum sempat membacanya silahkan untuk klik disini, ….

Pembahasan selanjutkan pelajaran ketiga yaitu  mengetahui tadlis syuyukh.

Menentukan Nama Syaikh yang dimaksud Apabila Rawi  yang mendapat Riwayat dari Syaikhnya Tersebut Memiliki Sifat Tadlis Syuyukh (menyamarkan nama gurunya)

Diantara rawi mudallis selain syaikhnya itu tidak disebutkan dalam sanad (Tadlis Isnad) juga ada yang nama syaikhnya tersebut disebut namun disamarkan dengan nama yg tidak popular atau nama yg mirip ke rawi lain yang tsiqah. Tindakan rawi mudallis seperti ini tentunya menyebabkan teka teki di kalangan ahli naqd. Siapakah nama syaikh yang dimaksud?

Karena itu pembahasan pada pelajaran ini bukan saja mengetahui sama’ tidak nya murid ke guru, namun juga mengetahui nama sebenarnya syaikh tersebut.

Rawi yang bertadlis seperti ini (yakni tadlis suyukh) terkadang menyamarkan nama syaikhnya tersebut dengan kunyah, terkadang juga dengan nama yg tidak popular yg membuat sipendengar, ahli naqd dan yang lainnya terkecoh. Oleh karena itu wajiblah rawi yg namanya samar tersebut untuk di ungkap siapakah ia? Apakah termasuk rawi-rawi dlaif, rawi-rawi matruk, ataukah rawi-rawi yang binasa?

Untuk mengungkap masalah ini caranya dengan mengumpulkan seluruh jalur periwayatan hadits terutama jalur-jalur riwayat penyertanya (mutaba’at).

Contoh:

Hadis yang dikeluarkan oleh Imam Abu Daud dalam kitab sunannya no. 2196:

حدَّثنا عبدُ الرزاق، أخبرنا ابُن جُريجٍ، أخبرني *بعضُ بني أبي رافع* مولى النبيِّ – صلَّى الله عليه وسلم -، عن عِكرِمَة مولى ابن عباس عن ابنِ عباسِ، قال: طلَّق عبدُ يزيد – أبو رُكَانَةَ وإخوته – أُمَّ ركانة، ونكحَ امرأةً مِن مُزينَةَ،….. الحديث.

Pada contoh hadits diatas seperti kita tau bahwa Ibnu Jurej adalah seorang mudallis (coba lihat kitab thabaqat al-mudallisin).

Tadlis nya Ibnu Jurej adalah jelek, itu diketahui dalam kitab thabaqat ada di tingkat ke 3. Hanya saja dalam riwayat ini bisa kita lihat shigah tahammul wal ada nya adalah akhbarany yakni shigah yg menjelaskan sama’nya terhadap syaikhnya. Namun penyebutan syaikhnya ia samarkan. Inilah yg dikenal dengan tadlis syuyukh.

Dengan mencari riwayat-riwayat lain di kitab selain sunan aby daud kita dapatkan riwayat dalam kitab al-Mustadrak Imam al-Hakim sebagai berikut:

ثنا مُحَمَّدُ بْنُ ثَوْرٍ،عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: طَلَّقَ عَبْدُ يَزِيدَ أَبُو رُكَانَةَ أُمَّ رُكَانَةَ، ثُمَّ نَكَحَ امْرَأَةً مِنْ مُزَيْنَةَ،…….. الحديث.

Pada riwayat al-Hakim ini didapatkan bahwa ibnu Jurej meriwayatkan dari Muhammad bin ‘Ubaidillah. Ia adalah rawi yang sangat lemah Syadidu adl-Dla’f sehingga pada riwayat Abu Daud diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut:

  1. Ba’du Bany Aby Rafi riwayat Abu Daud diatas adalah samar tidak jelas siapa sebagian kaum bany aby rafi yang dimaksud?. Dan Ibnu Jurej lah yg telah menyebutkan dan menyamarkan nama tersebut yang disampaikan kepada Imam Abdurrazzaq seorang ulama besar yang memiliki kitab Mushannaf yang terkenal.
  2. Adapun pada riwayat al-Hakim nampak jelas ketika Ibnu Jurej meriwayatkan kepada Muhammad bin Tsaur ia sebutkan namanya dengan jelas yaitu Muhammad bin ‘Ubaidillah. ia adalah rawi yang sangat lemah sekali.
  3. Artinya disini, Ibnu Jurej telah bertadlis syuyukh terhadap Imam ‘Abdurrazzaq dan tidak terhadap Muhammad bin Tsaur.
  4. Diatara sebab-sebab bertadlis seperti ini banyak kemungkinan. Diantara yang bisa kami faham adalah:

a. Karena riwayat yang ia dapat adalah dari syaikh yang dlaif.

b. Sepertinya murid yang pintar atau murid yang masyhur (terkenal) mempengaruhi rawi mudallis untuk menyamarkan dari siapa ia dapat. Terlihat disini ketika Ibnu Jurej meriwayatkan ke Abdurrazzaq Imam besar yg memiliki wibawa dan kharismatik ia samarkan nama syaikhnya. Adapun ke Muhammad bin Tsaur yg mungkin tidak lebih dari ‘Abdurrazaq ketsiqahannya ia terus terang siapa syaikhnya tersebut.

Bersambung, ….


Akhukum Fillah

Abu Aqsith

Bandung Jawa Barat Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 3 =