Sebelumnya telah kami postkan pelajaran kesatu sampai keenam tentang Ittishālu Sanad atau tersambung sanad. yang belum sempat membacanya silahkan untuk klik disini, ….

Pembahasan selanjutkan pelajaran ketujuh yaitu  Penilaian sama’nya dari syaikh dengan shigah Tamridl dan shigah Jazm

Kajian Sama’ dari Rawi Yang Diperbincangkan Sama’nya dari Syaikh Atas shigah Tamridl Bukan Dengan shigah Jazm

Terkadang seorang pengkaji hadits dihadapkan suatu masalah di tengah pembahasannya dengan sebuah qaul (pendapat) yang menafi’kan (menolak) sama’nya seorang rawi dari syaikh tertentu dengan shigah tamridl seperti ucapan: (( Dikatakan bahwa ia tidak mendengar darinya)),

Atas temuan seperti ini mestilah bagi pengkaji hadits untuk meneliti apakah rawi tersebut benar tidak sama’ atau justru ia itu sama’ terhadap syaikh tersebut? Adapun komentar dari ucapan tamridl diatas bukan sesuatu yang harus di terima pendapatnya tanpa kesungguhan dalam kajian sanadnya.

Contoh:

Rawi yang bernama Mahfūdz bin ‘Alqamah dari Salman al-Fārisy r.a.

Dengan menelusuri jejak riwayat Mahfudz dari Salman dan pendapat Ahli Ilmu tentangnya, kita akan dapatkan bahwa Imam al-Būshiry telah mema’lulkan riwayatnya. Beliau berkata:

إسناده صحيح رجاله ثقات وفي سماع محفوظ من سلمان نظر

”Sanadnya itu shahih, dan para rawinya Tsiqāt. Hanya saja sama’nya Mafudz dari Salman perlu diteliti lagi” (Kitab Mishbāh az-Zujājah: 1:120)

Pendapatku: (Syaikh ‘Amr)

Imam al-Būshiry memiliki perkataan seperti ini merujuk pada apa yang telah disebutkan oleh Imam al-Mizzy dalam kitabnya Tahdzibu al-Kamāl 25:288 dari tarjamahnya Mahfudz bin ‘Al-Qamah:

روى عن سلمان الفارسي ، يقال : مرسل

”(Mahfūdz) meriwayatkan dari Salman, dikatakan: ia itu Mursal”

——————————————————————-

Pendapatku: (syaikh ‘Amr)

Ini adalah bentuk Tamridl dan shigah Tamridl adalah lemah. Seolah-olah ucapan itu lemah akan Irsalnya karena tidak didukung dalil. Dan aku telah menelusuri seluruh kitab marāsīl namun tidak aku dapatkan siapa yang berkata tentang tarjamah Mahfudz ini? Kecuali satu aku dapatkan di kitab Tuhfatu at-Tahshil karya Waliyuddin Aby Zur’ah (namun) itu juga ia menukil dari kitabnya al-Mizzy Tahdzibu al-Kamal tadi. Karena itu atas sezamannya antara Mahfudz dengan Salman r.a ini suduh cukup kokoh. Dan tidak menjadi masalah menghukumi riwayatnya dengan ittishal (Mahfudz ke Salman r.a bersambung).

 

Bersambung, ….


Akhukum Fillah

Abu Aqsith

Bandung Jawa Barat Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight − eight =