Post ini lanjutan dari post-post sebelumnya, bagi yang belum sempat membaca post sebelumnya ini silahkan klik disini,..

Pada post ini akan dibahas jenis-jenis Udlhiyyah.

Jenis Udlhiyyah (hewan yang diqurbankan)

Berikut beberapa riwayat yang ada hubungannya dengan jenis hewan yang diqurbankan:

Riwayat Pertama: (sebaik-baiknya hewan qurban adalah domba bertanduk) dlaif syadid.

 واخبرنا أبو علي انبأ محمد انبأ أبو داود ثنا احمد بن صالح حدثني ابن وهب حدثني هشام بن سعد عن حاتم بن ابي نصر عن عبادة بن نسي عن ابيه عن عبادة بن الصامت ان النبي صلى الله عليه وسلم قال خير الكفن الحلة وخير الاضحية الكبش الاقرن

“Sebaik-baik kain kaffan adalah kain sarung/selendang, dan sebaik-baik hewan untuk qurban adalah domba yang bertanduk”

Takhrij Hadis:

Hadis ini sanadnya dikeluarkan oleh Imam Al-Baihaqy No.6693 [1]. Juga dikeluarkan oleh: Abu Daud[2]. Ibnu Majah[3], Al-Bazzar[4]. Husyaim bin Kulaib Asy-Syasyie[5]. Ath-Thabarany[6]. Al-Hakim[7].

Semua Imam diatas mengeluarkan riwayat ini bermuara ke Hatim bin Aby Nasr. Dan rowi ini adalah majhul (tidak dikenal). Al-Hafidz Ibnu Hajar memasukan rowi ini kedalam golongan rowi majhul. Karena itu jalur yang melalui Hatim riwayatnya Dlaif Syadid (lemah sekali).

Kemudian selain melewati jalur Hatim, juga didapatkan riwayat pada jalur lain sebagai berikut:

 حدثّنا سلمة بن شبيب قال حدّثنا أبو المغيرة عن عفير بن معدان عن سليم بن عامر عن أبي أمامة قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : خير الأضحية الكبش وخير الكفن الحلة

“Sebaik-baik hewan untuk qurban adalah domba yang bertanduk dan sebaik-baik kain kaffan adalah kain sarung/selendang”

Riwayat ini sanadnya milik Imam At-Tirmidzy No. 1517 [8]. juga beberapa imam telah mengeluarkan pula riwayat ini yaitu: Imam Ibnu Majah[9]. Ath-Thabarany[10]. Semuanya bermuara kepada seorang rowi yang bernama Abu ‘Aid ‘Ufair bin Ma’dan. Rowi ini dlaif.

Imam Ahmad menilai: Dlaif, Munkarul Hadis (lemah memungkarkan hadis)

Yahya bin Ma’in: laisa bitsiqah (tidak kuat)

Abu Hatim berkata:

ضعيف الحديث يكثر الرواية عن سليم بن عامر عن أبي أمامة عن النبي صلّى الله عليه وسلّم مالا أصل له، لا يشتغل بروايته

“(‘Ufair bin Ma’dan) adalah rowi yang lemah banyak meriwayatkan dari Sulaim bin ‘Amir dari Aby ‘Umamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama yang tidak ada asal usulnya. Janganlah disibukkan dengan riwayatnya”. [11]

Atas penilaian seluruh para imam diatas ‘Ufair bin Ma’dan adalah seorang rowi yang lemah sekali bahkan Imam Abu Hatim memeperingatkan bahwa riwayat marfu’nya dari Sulaim adalah tidak memiliki asal usul.

Riwayat jalur kedua inipun dlaif syadid karena melewati seorang rowi lemah sekali, karena itu jalur kedua ini dan jalur pertama yang melewati rowi majhul yaitu hatim tidak bisa saling menguatkan.

Riwayat Kedua: (kambing belum genap 1 tahun) shahih

 حدثنا مسدد ثنا خالد عن مطرف عن عامر عن البراء بن عازب قال  : ضحى خال لي يقال له أبو بردة قبل الصلاة فقال له رسول الله صلى الله عليه و سلم ” شاتك شاة لحم ” فقال يارسول الله إن عندي داجنا جذعة من المعز فقال ” اذبحها ولا تصلح لغيرك ” .

Al-Barra bin ‘Ajib berkata: Pamanku yaitu Abu Burdah pernah menyembelih binatang qurban sebelum shalat (ied), maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda kepadanya: “kambingmu hanya berupa daging biasa (bukan daging qurban). Lantas pamanku berkata: “ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama aku hanya memiliki seekor anak kambing (dajinan jadz’atan minal ma’zi). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda: “berqurbanlah dengannya akan tetapi hal demikian tidak sah lagi untuk selain kamu”. (H.R.Abu Daud)

Takhrij Hadis:

Sanad dan matan hadis diatas milik Abu Daud didalam kitab sunannya No. 2801 dan ‘Amir pada riwayat ini diikut oleh Mansur pada No. 2800 dengan matan lebih panjang [12].

Hadis inipun dikeluarkan oleh: Imam Al-Bukhary No. 5556 dengan sanad yang sama dengan Abu Daud No.2801. Imam Ad-Darimi[13]Imam Muslim[14]. Abu ‘Awanah[15]. Al-Baghwy[16].

Riwayat ini kuat walau bermuara ke ‘Amir Asy-Sya’bie dari Al-Barra radliyallahu ‘anhu karena Asy-Sya’bie seorang tabi’ien yang tsiqah masyhur Faqihun Fadlilun [17]. Karena itulah Imam Al-Bukhary dan Imam Muslim mengeluarkan di dalam kitab shahihnya.

Riwayat Ketiga: (Domba belum genap 1 tahun) shahih.

 حدّثنا أحمد بن يونس حدّثنا زهير حدّثنا أبو الزبير عن جابر قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

Dari Jabir radliyallahu ‘anhu dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu sembelih hewan untuk berqurban, melainkan Musinnah.  Kecuali jika itu sulit kamu peroleh, sembelihlah Jadza’ah domba.” (H.R. Muslim No.1363)[18]

Takhrij Hadis:

Hadis ini selain dikeluarkan oleh Imam Muslim juga dikeluarkan oleh: Imam Ahmad[19]. Imam Abu Daud[20]. Imam Ibnu Majah[21]. Imam An-Nasai[22]. Imam Abu Ya’la[23]. Imam Ibnu Khuzaimah[24]. Imam Ath-Thahawy[25]. Semua para imam diatas riwayatnya bermuara ke Zuhair dari Aby Zubair dari Jabir radliyallahu ‘anhu.

Riwayat ini shahih berdasarkan standar Imam Muslim.

Riwayat Keempat: (Domba belum genap 1 tahun) shahih.

 حدثنا الحسن بن علي قال ثنا عبد الرزاق أنا الثوري عن عاصم بن كليب عن أبيه قال : كنا مع رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه و سلم قال له مجاشع من بني سليم فعزت الغنم فأمر مناديا فنادى أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان يقول ” إن الجذع يوفي مما يوفي منه الثني

Dari kulaib radliyallahu ‘anhu, ia berkata : kami bersama seorang sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wasallama  yang disebut mujasyi’ dari bani sulaim, lalu kambing sedikit, maka ia memerintah seorang penyeru, lalu menyeru bahwasanya rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallama  bersabda :  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda: “sesungguhnya jadza’ah itu memenuhi terhadap apa yang dipenuhi oleh musinnah”. (H.R. Abu Daud No. 2799) [26]

Takhrij Hadis:

Hadis ini selain dikeluarkan oleh Imam Aby Daud, juga dikeluarkan oleh: Imam Ibnu Majah[27]. Imam An-Nasai[28]. Imam Al-Hakim[29].

Riwayat ini kuat, Sufyan Ats-Tsaury pada riwayat Abu Daud, Ibnu Majah dan Al-Hakim diikuti oleh Abul Ahwas riwayat An-Nasai, juga diikuti oleh rowi ketiga yaitu Abdullah bin Idris riwayat Al-Hakim. Ketiganya Sufyan, Abul Ahwas dan Abdulllah bin Idris sama-sama meriwayatkan dari ‘Ashim bin Kulaib.

Riwayat Kelima: (Udhiyyah tidak boleh cacat) shahih

 حدثنا حفص بن عمر النمري قال ثنا شعبة عن سليمان بن عبد الرحمن عن عبيد بن فيروز قال  : سألت البراء بن عازب مالا يجوز في الأضاحي ؟ فقال قام فينا رسول الله صلى الله عليه و سلم وأصابعي أقصر من أصابعه وأناملي أقصر من أنامله فقال ” أربع لاتجوز في الأضاحي العوراء بين عورها والمريضة بين مرضها والعرجاء بين ظلعها والكسير التي لاتنقى ” قال قلت فإني أكره أن يكون في السن نقص قال ما كرهت فدعه ولا تحرمه على أحد

Dari ‘Ubaid bin Fairuz, ia berkata; aku pernah bertanya kepada Al Bara` bin ‘Azib; sesuatu apakah yang tidak diperbolehkan dalam hewan qurban? Kemudian ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri diantara kami, jari-jariku lebih pendek daripada jari-jarinya dan ruas-ruas jariku lebih pendek dari ruas-ruas jarinya, kemudian beliau berkata: “Empat perkara yang tidak boleh ada di dalam hewan-hewan qurban.” Kemudian belau berkata; yaitu; buta sebelah matanya yang jelas kebutaannya, pincang yang jelas pincangnya, sakit yang jelas sakitnya, dan pecah kakinya yang tidak memiliki sumsum. ‘Ubaid berkata; aku katakan kepada Al Bara`; Aku tidak suka pada giginya terdapat aib. Ia berkata; apa yang tidak engkau sukai maka tinggalkan dan janganlah engkau mengharamkannya kepada seseorang. Abu Daud berkata; tidak ada sumsum padanya. (H.R.Abu Dawud No. 2802 ) [30]

Takhrij Hadis:

Hadis ini selain Imam Abu Daud telah meriwayatkan, juga diriwayatkan oleh: Imam Malik[31]. Imam Aby Daud Ath-Thoyalisi[32]. Imam Ibnu Ju’d[33]. Imam Ahmad[34]. Imam Ad-Darimy[35]. Imam Ibnu Majah[36]. Imam At-Tirmidzy[37]. Imam An-Nasai[38]. Imam Ibnu Khuzaimah[39]. Imam Ath-Thahawy[40]. Ibnu Hibban[41]. Imam Al-Hakim[42]. Imam Al-Baghwy[43].

Semua Imam diatas telah mengeluarkannya di kitab mereka bermuara kepada ‘Ubaid bin Fairuz dari Al-Barra bin ‘Ajib radliyallahu ‘anhu.

Riwayat ini masyhur banyak para imam mengeluarkannya dan kedudukannya shahih.

‘Ubaid bin Fairuz adalah rowi tsiqah. Abu Hatim dan An-Nasai menilainya tsiqah [44]. Dan diikuti oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dengan menilainya Tsiqah [45].

Al-Barra bin ‘Ajib radliyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama.

 

bersambung ke Syarah, Klik disini, …

 


[1] Kitab As-Sunan Al-Kubra. Imam Al-Baihaqy. Juz 3 hal. 260 No. 6693 cet. Dairatul Ma’arif

[2] Kitab Sunan Aby Daud No.3156

[3] Kitab Sunan Ibnu Majah No. 1473

[4] Kitab Musnad Al-Bazzar No. 2711

[5] Musnad Asy-Syasyie No. 1310

[6] Kitab Asy-Syamiyien No. 2252

[7] Al-Mustadrak ‘Ala Ash-Shahihain No. 7551

[8] Kitab Sunan At-Tirmidzy. Imam At-Tirmidzy Juz 3 hal. 178 No. 1517 cet. Darul Garb Al-Islamy

[9] Sunan Ibnu Majah No. 3130

[10] Al-Mu’jam Al-Kabir No. 7682

[11] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Al-Mizzy. Juz 20 hal. 177-178 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[12] Kitab Sunan Aby Daud; Imam Abu Daud. Juz 3 hal. 160-161 Cet. Daru Ibni Hazm

[13] Sunan Ad-Darimi No. 2005 ada Zubaid maqrun dengan Mansur

[14] Shahih Muslim No. 1961 dari Yahya bin yahya dari Khalid

[15] Mustakhraj Aby ‘Awanah No. 7822. Melewati Daud dan ‘Ashim dari Sya’bie

[16] Syarhu Sunnah Al-Baghwy No. 1114 melewati Zubaid dari Asy-Sya’bie

[17] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 475-476 no. 3109 cetakan: Darul ‘Ashimah

[18] Imam Muslim. Shahih Muslim. No. 1363 Ar-Riyadl: Darul Mughny, 1419H/1998M.

[19] Musnad Ahmad No.14348

[20] Sunan Aby Daud No. 2797

[21] Sunan Ibnu Majah No. 3141

[22] Sunan An-Nasai No. 4376

[23] No. 2324

[24] Shahih Ibnu Khuzaimah No. 2918

[25] Syarhu Musykil Aatsar No. 5722

[26] Kitab Sunan Aby Daud; Imam Abu Daud. Juz 3 hal. 159-160 Cet. Daru Ibni Hazm

[27] Sunan Ibnu Majah No. 3140 masih melewati Sufyan Ats-Tsaury dari ‘Ashim

[28] Sunan An-Nasai No. 4383 melewati Abul Ahwas dari ‘Ashim bin Kulaib

[29] Mustadrak ‘Ala Shahihain No. 7539 melewati Ats-Tsaury dari ‘Ashim. Dan No. 7538 melewati Abdullah bin idris dari Ashim

[30] Kitab Sunan Aby Daud; Imam Abu Daud. Juz 3 hal. 161 Cet. Daru Ibni Hazm

[31] Muwatha Malik No.2802

[32] Musnad Aby Daud No. 785

[33] Musnad Ibnu Ju’d No. 873

[34] Musnad Ahmad No. 18510, 18542, 18667, 18675

[35] Sunan Ad-Darimy No. 1992, 1993

[36] Sunan Ibnu Majah No. 3144

[37] Sunan At-Tirmidzy No. 1497

[38] Sunan An-Nasai No. 4369. 4370, 4371

[39] Shahih Ibnu Khuzaimah No. 2912

[40] Syarhu Al-Ma’any Al-Aatsar No. 6187 dan 6188

[41] Shahih Ibnu Hibban No. 5919 dan 5922

[42] Mustadraq ‘Ala Shahihain No. 1718

[43] Syarhu sunnah Al-Baghwy No. 1123

[44] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Al-Mizzy. Juz 19 hal. 227-228 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[45] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 651 no. 4419 cetakan: Darul ‘Ashimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − two =