Imam Mahdy Di Akhir Zaman

Kemunculan Imam Mahdy masih misteri. Pro kontra akan kemunculannya dan sifat sifatnya sering membuat kita bingung dibuatnya. Kalau kita mau jujur para ulama dahulu juga terjadi perbedaan dalam menghadapi berita ini. Namun bukan ranah penulis untuk mengutip qoul dan pendapat para ulama mutaqoddimin dan  mutaakhkhirin. Qoul dan pendapat itu bisa dengan mudah pembaca brosing saja di mbah google. Ranah penulis adalah takhrij yang mungkin saja masih diperlukan sebagai bahan informasi yang dibutuhkan.

Secara garis besarnya pro kontra itu menurut penulis karena 2 faktor yang paling dominan, yaitu:

  1. Kekuatan Hadits sebagai sumber berita yang di jadikan pegangan.
  2. Kehati-hatian akan terjerumusnya pada faham Syiah yang sedang di usungnya.

Dari kedua faktor tersebut itulah penulis akan lebih fokus dalam mendudukan secara “inshof” yakni berusaha adil menempatkan hadits menurut kaidah ilmu hadits yang bisa dipertanggung  jawabkan tanpa dipengaruhi oleh faham tertentu.

Secara keseluruhan jalur riwayat, sepertinya akan banyak memakan waktu dan halaman jika di ungkap satu persatu berikut penilaian para rowinya, dikarenakan jumlah riwayat hadits ataupun atsar sungguh sangat banyak  mencapai raturan riwayat tentang datangnya Imam mahdy ini. Dari ratusan riwayat tersebut ada yang Maudlu (palsu) ada yang dloif (lemah), Munkar, Syad dan juga ada yang Hasan dan Shohih.

Dari ratusan riwayat yang maudlu (palsu) sampai Shohih juga terbagi dalam 2 kelompok, yakni ada riwayat-riwayat yang Shorih (jelas) menyebut kata Imam Mahdy, ada juga riwayat-riwayat yang tidak shorih (tidak jelas) menyebutkan nama imam mahdy.

Oleh karena itu dari ratusan riwayat tersebut cukup penulis kutip riwayat-riwayat yang penulis percayai bahwa riwayat ini shohih atau hasan. Selebihnya apabila pembaca merasa ada riwayat lain yang dianggap shohih tapi tidak dimuat di sini atau ingin ditanyakan tentang keakuratan analisa riwayat yang penulis yakini akan keshohihannya silahkan di muat di kolom komentar. In Syaa Allah penulis akan menanggapi secara adil.

Berikut takhrij hadits shohih dan atsar yang shohih yang berhubungan dengan kedatangan Imam Mahdy:

1. R. Ahmad No.11621

حدثنا عبد الله حدثني أبي حدّثنا محمد بن جعفر حدثنا عوف عن أبي الصديق الناجي عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تقوم الساعة حتى تمتلئ الأرض  ظلما وعدوانا – قال- ثمّ يخرج رجل من عترتي أو من أهل بيتي يملؤها فسطا وعدلا كما ملئت ظلما وعدوانا”.

“Hari kiamat tidak akan terjadi hingga bumi ini dipenuhi kezaliman dan permusuhan, kemudian muncullah seorang laki-laki dari keluargaku atau dari ahli-baitku lalu dia mengisinya dengan penuh keseimbangan dan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan.”

(Dikeluarkan oleh: Ahmad; Musnad Ahmad Juz 5 no. 11621 hal.98 cet.Darul  Kutub Al-‘Ilmiyyah)

Berikut penjelasan rowi-rowinya:

  • Abu Sa’id Al-Khudry r.a: Shahabat Nabi saw.
  • Abu Shiddiq An-Najie: Nama lengkapnya Bakar bin ‘Amr. Suka disebut Ibnu Qois dan juga dikenal dengan nama Abu Shiddiq An-Najie. Riwayat-riwayatnya dari Abu Sai’d r.a di muat oleh jama’ah (Al-Bukhory dll) juga meriwayatkan dari ibnu umar r.a dan ‘Aisyah r.a. Rowi ini tsiqoh atas penilaian Yahya bin Ma’in, Abu Zur’ah dan An-Nasai[1]
  • ‘Auf bin Aby Jamilah: Rowi ini termasuk rijalnya Al-Bukhory [2]. Yahya bin Ma’in dan An-Nasai menilai: Tsiqoh[3]. Ibnu Hajar mengatakan: ‘Auf bin Aby jamilah Tsiqotun tertuduh Qodariah dan Syi’ah[4]
  • Muhammad bin Ja’far Al-Hudzaly: Ibnu Hajar menilai: Tsiqoh[5]
  • Ahmad bin Muhammad bin Hanbal: Tsiqotun, Hafidzun, Faqihun, Hujjatun[6]
  • Abdullah bin Ahmad bin Muhammad: Tsiqotun[7]

Riwayat ini Shohih, Muhammad bin Ja’far yang dapat riwayat dari ‘Auf diikuti oleh Yahya bin Sai’d yang dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab shohihnya no.6949. dan juga diikuti oleh Haidzah bin Kholifah yang diikeluarkan oleh Imam Hakim no.383. ketiga rowi tersebut sama-sama meriwayatkan dari ‘Auf bin Aby Jamilah.

Pada riwayat ini sanadnya kuat rowi-rowinya tsiqoh, kecuali ada catatan khusus tentang ‘Auf bin  Aby Jamilah yaitu tertuduh Syi’ah.

Sebagian berpendapat walaupun ‘Auf ini rowinya Al-Bukhory dan dikenal akan ketsiqohannya namun  apabila rowi yang tertuduh syiah itu membawa riwayat tentang kebid’ahannya yakni “Tasyayyu’” maka riwayatnya ditolak.

Sebelum menolak riwayat yang dibawa ‘Auf alangkah baiknya takhrij kita lanjutkan dulu, karena prinsip baik sangka harus kita kenakan dalam menganalisa riwayat sebelum selesai pada kesimpulan. Karena ‘Auf adalah rowi tsiqoh (terpercaya) rowinya Al-Jama’ah dan ibnu Hajar menilai beliau hanya tertuduh Syi’ah. Beliau dikenal akan kejujurannya karena itu Imam Al-Bukhory memakainya pada riwayat Ashal (Al-Ashlu) pada kitab Shahihnya.

Auf bin  Aby Jamilah diikuti oleh Mator bin Tuhman dan Sulaiman bin ‘Ubaid. Berikut riwayatnya:

  • Mator bin Tuhman:

حدثنا عبد الله حدثنا أبي حدثنا أبو النضر حدثنا أبو معاوية شيبان عن مطر بن طهمان عن أبي الصديق الناجي عن أبي سعيد الخدري قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “لا تقوم الساعة حتى يملك رجل من أهل بيتى أجلى أقنى يملأ الأرض عدلا كما ملئت قبله ظلما يكون سبع سنين”.

(Dikeluarkan oleh: Ahmad; Musnad Ahmad Juz 5 no. 11525 hal.73 cet.Darul  Kutub Al-‘Ilmiyyah)

  • Sulaiman bin ‘Ubaid

أخبرني أبو العباس محمد بن أحمد المحبوبي ثنا سعيد بن مسعود ثنا النضر ابن شميل ثنا سليمان بن عبيد ثنا أبو الصديق الناجي عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: ” يخرج في آخر أمتي المهدي، يسقيه الله الغيث، وتخرج الأرض نباتها، ويعطى المال صحاحا، وتكثر الماشية، وتعظم الأمة، يعيش سبعا، أو ثمانيا”.

“Akan keluar di akhir umatku Al-Mahdy, Allah turunkan atasnya hujan, dan bumi mengeluarkan tumbuhannya, dan ia akan membagi-bagikan harta dengan benar, dan memperbanyak hewan peliharaan, dan ia akan membesarkan umatnya, hidup 7 atau 8 thn (masa kekholifahannya)”

(Dikeluarkan oleh Al-Hakim; Al-Mustadrok ‘Ala As-Shohihain. Juz 5 no.8737 hal.19-20 cet. Darul Haromain)

Penjelasan:

Riwayat Mator hasan. Rowi-rowinya selamat, hanya saja Mator bin Tuhman rowi shoduq banyak salah[8]. Namun disini Mator dikuatkan oleh riwayat ‘Auf. Terlebih disaat Mator dan ‘Auf saling mengokohkan sanadnya juga diikuti oleh Sulaiman bin ‘Ubaid rowi tsiqoh.

Berikut penilaian riwayat Sulaiman bin ‘Ubaid:

  • Abu Shiddiq An-Najie: (lihat penilaian diatas)
  • Sulaiman bin ‘Ubaid: Tsiqotun. Yahya bin Main telah menilai Tsiqoh. Adapun Abu Hatim menilai Shoduq[9]
  • An-Nadlor bin Syamil: Tsiqotun. Yahya bin Main, An-nasai dan Abu Hatim menilainya Tsiqoh.[10]
  • Sa’d bin Masu’d: tertulis Said bin Mas’ud. Nama lengkapnya Sa’d bin Mas’ud Al-Marwazy. Rowi Shoduq menurut Abu Hatim[11]
  • Abul ‘Abbas: syaikhnya Al-Hakim. Tsiqotun.

Riwayat Sulaiman ini Hasan In Syaa Allah dengan kesendiriannya. Sulaiman bin ‘Ubaid pada riwayat ini sama-sama dengan ‘Auf dan Mator meriwayatkan dari Abu Shiddiq An-Najie, dan keduanya tsiqoh. namun pada riwayat yang dibawanya terdapat perbedaan dengan riwayat yang dibawa ‘Auf dan Mator.

Riwayat Auf dari Abu Shiddiq An-Najie:

لا تقوم الساعة حتى تمتلئ الأرض  ظلما وعدوانا – قال- ثمّ يخرج رجل من عترتي أو من أهل بيتي يملؤها فسطا وعدلا كما ملئت ظلما وعدوانا

Riwayat Sulaiman bin ‘Ubaid dari Abu Shiddiq An-Najie:

يخرج في آخر أمتي المهدي، يسقيه الله الغيث، وتخرج الأرض نباتها، ويعطى المال صحاحا، وتكثر الماشية، وتعظم الأمة، يعيش سبعا، أو ثمانيا

Pada riwayat Sulaiman bin ‘Ubaid terdapat tambahan Al-Mahdy. Namun padanya tidak ada satupun rowi yang tertuduh syi’ah, sedangkan pada riwayat ‘Auf tidak ada kata Al-Mahdy hanya saja ‘Auf tertuduh syiah. Pertanyaannya:

  • Apakah perbedaan riwayat dari keduanya terjadi Syad?
  • Apabila terjadi syad, riwayat mana yang akan diambil?

Pertanyaan ini penting untuk menguji ketsiqohan ‘Auf dalam periwayatan ini. Bagi yang meragukan riwayat ‘Auf dikarenakan ia tertuduh syi’ah dan menolak riwayatnya maka riwayat sulaiman lah yang mahfudz (selamat) karena tidak ada satupun rowi yang “tasyayyu’” namun pada riwayat sulaiman justru terdapat tambahan Al-Mahdy.

Adapun bagi yang fokus takhrij dengan mengedepankan berbaik sangka (dalam hal ini maksudnya boleh jadi riwayat laki-laki adil atau al-mahdy itu ada yang mahfudz) maka riwayat ‘Auf lah yang mahfudz (selamat) walaupun ia tertuduh syi’ah, namun riwayat yang dibawanya adalah bukti kejujurannya karena ia tsiqoh rowinya Al-Bukhory.

Secara ilmu hadits riwayat ‘Auflah yang mahfudz (terpelihara) karena beliau adalah rowi tsiqoh dipakai oleh riwayat jama’ah dalam periwayatannya ditambah seluruh rowi kebawahnya rowi-rowi yang tsiqoh. Ditambah ketsiqohannya di kuatkan oleh riwayat Mator karena redaksinya hampir sama, hanya saja tambahan tahun dari Mator diragukan karena pada riwayat ‘Auf tidak ada seperti itu. Adapun riwayat yang dibawa oleh Sulaiman selain perbedaan itu terdapat pada kata “Al-Mahdy” juga dari segi jumlah tidak saling beriringan. Dan terakhir, padanya terdapat rowi shoduq sehngga riwayat sulaiman kemungkinan besar Syad. Wallahu A’lam.

Sebagian berpendapat bahwa laki-laki adil yang akan datang mengentaskan kedzoliman di akhir zaman itu adalah Isa a.s, namun riwayat Ahmad ini sangat jelas mengatakan bahwa laki-laki itu datang berasal dari keturunan rasul saw. Dengan ini jelas bahwa pemimpin di akhir zaman ini bukan Isa a.s karena Isa a.s adalah nabi sebelumnya  dan Nabi saw datang setelahnya.

2. Muslim No.2913

وحدثني زهير بن حرب حدثنا عبد الصمد بن عبد الوارث حدثنا أبى حدثنا داود عن أبي نضرة عن أبي سعيد و جابر بن عبد الله قالا: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “يكون في آخر الزمان خليفة يقسم المال ولا يعده”

“Di akhir zaman akan (datang) Kholifah membagi-bagikan harta tanpa menghitung-hitungnya”

(Dikeluarkan oleh: Muslim. Shohih Muslim. Juz 2 No.2913 hal.1332 cet. Darul Thoyyibah)

Hadits ini shohih riwayat imam muslim. Para rowinya tsiqoh in Syaaallah. Padanya diberitakan bahwa di akhir zaman akan datang seorang kholifah (pemimpin) yang membagi-bagikan Harta tanpa perhitungan.

Sebagian berpendapat bahwa yang datang ini adalah Isa a.s, namun pendapat ini lemah dengan landasan:

  • Pada riwayat Muslim ini semakin menguatkan riwayat Ahmad dimana Abu Nadlroh dengan Abu Shiddiq An-Najie kedua-duanya tabi’in tsiqoh riwayat jama’ah sama sama meriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudry hanya saja Abu Nadlroh memaqrunkan riwayatnya dapat dari Abu Sa’id r.a juga dari Jabir r.a. ini artinya maksud kholifah yang datang di akhir zaman pada riwayat muslim yang dibawa Abu Nadlroh itu dijelaskan oleh Abu Shiddiq An-Najie pada riwayat Ahmad adalah seorang laki-laki adil yang akan membumi hanguskan kedzoliman secara merata.
  • Dan telah dijelaskan pada riwayat Abu Shiddiq An-Najie bahwa laki-laki di akhir zaman itu berasal dari keturunan rasulullah saw. Dan ini bukan nabi Isa a.s

3.. Muslim No. 156

حدثنا الوليد بن شجاع وهارون بن عبد الله وحجاج بن الشاعر قالوا حدثنا حجاج وهو ابن محمد عن ابن جريج قال أخبرني أبو الزبير أنه سمع جابر بن عبد الله يقول سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين إلى يوم القيامة قال فينزل عيسى ابن مريم صلى الله عليه وسلم فيقول أميرهم تعال صل لنا فيقول لا إن بعضكم على بعض أمراء تكرمة الله هذه الأمة

“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran, mendapat pertolongan Allah hingga datangnya hari kiamat.” Beliau berkata, “Kemudian akan datang Isa putra Maryam AS , lalu pemimpin mereka berkata (kepada Isa a.s ), “Kemarilah, silakan Anda mengimami kami shalat.” Lalu Isa a.s menjawab, “Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini.”

Riwayat ini shohih riwayat Imam Muslim, dan lebih jelas lagi menguatkan akan datangnya seorang imam diakhir zaman dimana imam itu didatangi Nabi Isa a.s dan shalat bersama-sama.

Riwayat ini juga saling menjelaskan dengan riwayat Ahmad dan Muslim no. 2913 karena Abu Zuber dapat riwayat dari Jabir r.a. itu artinya Abu Juber masih sebagai mutabi’nya Abu Nadlroh dan Abu Shiddiq An-Najie. Hanya saja Abu Nadlroh memaqrunkan riwayatnya. Untuk mempermudah pemahaman jalur ini berikut bagan riwayat dari ke tiganya:

Imam Mahdy

Riwayat yang dibawa oleh Abu Zuber dari Jabir r.a. padanya lebih rinci lagi bahwa seorang imam (kholifah) yang akan datang di akhir zaman itu yang disebutkan oleh Abu Nadlroh (riwayat Muslim 2913) adalah bukan Isa a.s dengan bukti justru kholifah ini didatangi oleh Nabi Isa a.s di akhir zaman itu dan shalat bersama.

4. R. Al-Bukhory No. 3265

حدثنا ابن بكير حدثنا الليث عن يونس عن ابن شهاب عن نافع مولى أبي قتادة الأنصاري أن أبا هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم كيف أنتم إذا نزل ابن مريم فيكم وإمامكم منكم

“Bagaimana kalian jika datang kepada kalian putera Maryam dan Imam kalian.”

Hadits ini shohih riwayat Al-Bukhory. Apabila dalam sanadnya ada kelemahan silahkan kutip di kolom komentar.

Riwayat ini lebih tegas lagi menjelaskan keseluruhan riwayat sebelumnya bahwa benar yang akan datang di akhir zaman itu selain Nabi Isa a.s adalah seorang imam pemimpin diakhir zaman.

Pemimpin di akhir zaman ini sering disebut Al-Mahdy, dan kata ini banyak disebutkan pada riwayat riwayat hasan lighoirih. Kata Al-Mahdy ini bukan nama, tapi Cuma gelar akan seorang laki-laki adil tersebut dengan ciri-cirinya adalah seperti apa yang dikutip oleh riwayat imam Ahmad dan Imam Muslim diatas. Bahkan riwayat ini telah dijelaskan oleh Ibnu Hajar sebagai penegas akan kedloifan riwayat Anas r.a yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah yakni:

حدثنا يونس بن عبد الأعلى حدثنا محمد بن إدريس الشافعي حدثني محمد بن خالد الجندي عن أبان بن صالح عن الحسن عن أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا يزداد الأمر إلا شدة ولا الدنيا إلا إدبارا ولا الناس إلا شحا ولا تقوم الساعة إلا على شرار الناس ولا المهدي إلا عيسى ابن مريم

Hadits ini dloif sekali terdapat rowi Muhammad bin kholid Al-Janady rowi majhul.

Padanya terdapat pernyataan “La Mahdy illa ‘Isa” (tidak ada Al-Mahdy kecuali Isa a.s). riwayat ini munkar disaat banyak riwayat yang shohih menjelaskan akan perbedaan Isa a.s dengan Al-Mahdy.

Kesimpulan:

Dengan 4 riwayat yang shahih diatas bisa disimpulkan ciri-ciri seorang kholifah itu adalah:

  1. Datang diakhir zaman sebelum datangnya hari kiamat
  2. Memiliki pengaruh yang cukup besar (go internasional).
  3. Berasal dari keturunan Nabi Muhammad saw.
  4. Membumi hanguskan kedzoliman yang disaat itu merajalela.
  5. Menebarkan keadilan dimana mana.
  6. Membagi bagikan harta secara adil dan merata.
  7. Didatangi oleh Nabi Isa a.s dan shalat bersamanya.

Hanya 4 hadits dan ciri-ciri inilah yang mahfudz yang bisa penulis ketahui tentang berita akan datangnya seorang kholifah yang adil. Selain ciri-ciri ini diperlukan lagi dalil untuk di uji kredibilitasnya. Terlebih ciri-ciri Imam Mahdy yang dianut oleh Syi’ah sungguh sangat menyimpang yang diantaranya dikatakan bahwa Al-Mahdy dikandung dan dilahirkan dalam waktu semalam, lalu masuk sirdab pada umur 9 tahun, sementara telah berlalu di dalamnya waktu sepanjang 1.150 tahun lebih. Ciri-ciri seperti inilah yang perlu di kritisi penyimpangannya oleh kita sebagai ahlu sunnah. Dan masih banyak lagi ciri-ciri yang lain dalam penyimpangannya.

Khusus kata Al-Mahdy sebagai gelar seorang kholifah adil yang datang di akhir zaman ini secara dalil shohih yang shorih memang tidak ada, hanya saja bagi penulis apalah arti gelar kalau orangnya sudah ada di jelaskan ciri-cirinya tadi. Apakah laki-laki adil diakhir zaman ini mau di beri gelar Al-Mahdy atau cukup Kholifah seperti yang disebutkan oleh hadits Muslim diatas bagi penulis sah sah saja karena inti terpenting adalah menjabarkan sifat-sifatnya sesuai dalil yang shohih.

Namun sebagai pembeda dengan gelar yang dipakai oleh Syi’ah, penulis cukup menyebutnya kholifah. Karena kata Al-Mahdy memang tidak ada satupun hadits shohih yang menyebutkannya dan ini dikhawatirkan terjadi salah faham yang berlebihan. Wallahu A’lam bishowab.

Setelah catatan ini, terdapat riwayat tentang bendera hitam dari khurosan yang dimana Al-Mahdy dibai’at disana sebagai kholifah fil Ardy yang secara sanad cukup kuat. In-syaa Allah akan dibahas di post tersendiri.

 

Wassalamu ‘Alaikum,

Akhukum Fillah,

Abu Aqsith, Pameungpeuk Bandung Jawa Barat – Indonesia.


 

[1] Kitab Tahdzibul Kamal: Al-Mizzy. Juz 4 hal.223-224 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[2] Kitab Rijal Shohih Al-Bukhory. Juz 2 no.930 hal.587 cet. Darul Ma’rifah

[3] Kitab Tahdzibul Kamal: Al-Mizzy. Juz 22 hal.439-440 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[4] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. no. 5250 hal.757 Tahqiq Abul Asybal. cet. Darul ‘Ashimah

[5] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. no. 5824 hal.833 Tahqiq Abul Asybal. cet. Darul ‘Ashimah

[6] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. no. 97 hal.98 Tahqiq Abul Asybal. cet. Darul ‘Ashimah

[7] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. no. 3222 hal.490 Tahqiq Abul Asybal. cet. Darul ‘Ashimah

[8] Kitab Taqribu At-Tahdzib; Ibnu Hajar. no. 6744 hal.947 Tahqiq Abul Asybal. cet. Darul ‘Ashimah

[9] Kitab Al-Jarhu Wa At-Ta’dilu; ibnu Aby Hatim. Juz 4 hal.129 cet. Ihyau At-Turots Al-‘Aroby

[10] Kitab Tahdzibul Kamal: Al-Mizzy. Juz 29 hal.382 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[11] Kitab Al-Jarhu Wa At-Ta’dilu; ibnu Aby Hatim. Juz 4 hal.95 cet. Ihyau At-Turots Al-‘Aroby

6 thoughts on “Imam Mahdy Di Akhir Zaman

  1. oki muriyanto

    disebutkan juga bahwa namanya sama dengan nabi yaitu muhammad bin abdullah, apakah hadits itu shohih?

    1. Abu Aqsith Post author

      Dloif ya Ust Oki apa yang ana ketahui dari sisilah sanad. riwayatnya memang sangat banyak (mutawatir) namun hampir semua bermuara ke ‘Ashim bin Bahdalah. walaupun ada beberapa riwayat yang seolah – olah menjadi mutabi’ dan syahid bagi ‘Ashim.
      In Syaa Allah nanti ana post kan pada tema khusus (post baru) karena pembahasan ini memerlukan ruang yang cukup lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *