Tulisan ini masih lanjutan dari tema sebelumnya, bagi yang belum membaca bahasan sebelumnya silahkan klik disini ….

Jalur-jalur Syawahid:

Hadits Kedua:

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ الوَلِيدِ الكِنْدِيُّ الكُوفِيُّ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالُوا: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ عَمَّارٍ يَعْنِي الدُّهْنِيَّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ مَكَّةَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ.

 

“Dari Jabir r.a bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallamāhu ‘alaihi wasallam Telah masuk Makkah dengan membawa bendera warna putih

(H.R. Imam At-Tirmidzy: Sunan At-Tirmidzy. Juz 3 hal. 247)

Riwayat ini juga tunggal bermuara pada Yahya bin Adam dari Syarīk dari ‘Ammār dari Abū Jubair dari Jābir r.a. dan tidak didapatkan pada riwayat lain dengan lafadz seperti ini kecuali yang dibawa oleh Yahya bin Adam. Ini seperti apa yang telah dinyatakan oleh Imam at-Tirmidzy pada hadits yang diriwayatkannya diatas:

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ، لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ يَحْيَى بْنِ آدَمَ، عَنْ شَرِيكٍ

“hadits ini gharib, kami tidak mengenal (jalur ini) kecuali dari Yahya bin Adam dari Syarīk”.

Selain dikeluarkan oleh Imam at—Tirmidzy dari jalan Muhammad bin Umar, Abu Kuraib dan Muhammad bin rafi’ juga dikeluarkan oleh:

  1. Abu Daud dalam kitab sunannya No. 2592 melewati Ishaq bin Ibrahim
  2. Ibnu Majah dalam kitab sunannya No. 2817 melewati al-Hasan bin ‘Aly dan ‘Abdah bin ‘Abdullah
  3. Al-Baihaqy dalam kitab sunannya No. 13030 melewati al-Hasan bin ‘Aly
  4. An-Nasai dalam kitab sunannya No. 2866 melewati Ishaq bin Ibrahim
  5. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya No. 4743 melewati Abu Kuraib
  6. Al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak No. 2505 melewati al-Hasan bin ‘Aly

 

Dari ke-7 imam mukharrij tersebut dapat diketahui terdapat 6 rowi yang meriwayatkan dari Yahya bin Adam dari Syarik. Berikut gambar bagan riwayatnya:

Ke-6 rowi ini semua sepakat mendapat informasi melewati Yahya bin Adam bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallamāhu ‘alaihi wasallam Telah masuk Makkah dengan membawa bendera warna putih.

Namun pada kenyataannya jalur Syarik dari ‘Ammar dari Abu Zubair dari Jabir r.a ini bukan Yahya bin Adam saja yang meriwayatkan. Terdapat beberapa rowi yang juga meriwayatkan dari Syarik diantaranya:

  1. Abu Nu’aim al-Fadl bin Dukain dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqy dalam kitabnya as-Sunan al-Kubra No. 5978 juga Imam an-Nasai dalam kitabnya as-Sunan al-Kubra No. 9672
  2. Abu Salam al-Khuza’ie dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad nya. No. 15157
  3. ‘Aly bin Hakim dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih nya No. 1357 juga Imam al-Baihaqy dalam kitab Syu’abul Iman No. 5832
  4. Muhammad bin Sa’ied dikeluarkan oleh Imam at-Thohawy dalam kitabnya Syarhu Ma’any No. 4152
  5. Mu’allaa bin Mansur dikeluarkan oleh Imam at-Thohawy dalam kitabnya Syarhu Ma’any No. 5468

Ke 5 rowi tersebut juga sama-sama meriwayatkan dari Syarik namun tidak seperti berita yang dibawa oleh Yahya bin Adam. Berikut riwayatnya:

 حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَكِيمٍ الْأَوْدِيُّ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنْ عَمَّارٍ الدُّهْنِيِّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ، وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ»

“Dari Jabir r.a bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallamāhu ‘alaihi wasallam Telah masuk Makkah dengan memakai sorban hitam”

(H.R. Imam Muslim: Shahih Muslim. Juz 4 hal. 112)

Ke 5 rowi diatas sama-sama seiya sekata membawa informasi dari jalur Syarik sampai Jabir r.a dengan berita bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam masuk Makkah dengan memakai sorban hitam. Namun berbeda dengan apa yang diinformasikan oleh Yahya bin Adam yang juga sama dari jalur Syarik bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam memasuki Makkah dengan bendera putih.

Atas dasar ini sangat telihat “sepintas” bahwa Yahya bin Adam menyalahi 5 rowi lain yang juga sama-sama dapat dari Syarik tentang sebuah berita.

Namun Yahya bin Adam adalah rawi tsiqah. Abu Hatim, Ya’qub bin Syaibah telah menilainnya Tsiqah[1] begitupun Yahya bin Ma’in menilainya tsiqah.[2]  karena itu ke 6 imam mukharrij yang di dalamnya al-Bukhary dan Muslim menjadikan riwayat dari Yahya bin Adam sebagai bagian riwayat dalam kitab-kitab mereka.

Apakah riwayat yang dibawa Yahya bin Adam Syadz?

Dengan melihat dapat dari siapa Yahya dan 5 rowi yang lain tentang informasi yang simpang siur ini maka dapat diketahui ini adalah kekeliruan Syarik.

Syarik seorang rowi shaduq yukhty katsir (jujur namun banyak salah). Atas semua komentar para ahlu hadits tentang jarh ta’dil nya Syarik. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyimpulkan kredibilitas syarik hanya sampai:

صدوق يخطئ كثيرا تغيّر حفظه منذ ولي القضاء بالكوفة

“(syarik) itu jujur (namun) banyak salah, ia telah berubah hafalannya semenjak bertugas menjadi Hakim di Kufah”

(Kitab Taqribu at-Tahdzib: Ibnu Hajar al-‘Asqalany. Hal. 436)

Banyak kelirunya Syarik dan berubahnya hafalan Syarik nampak terlihat di jalur ini. Dari apa yang penulis fahami dengan data seperti ini kronologis periwayatannya waktu itu adalah Syarik menyampaikan kepada 5 rowi tentang sebuah informasi dari syaikh diatasnya bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam masuk Makkah dengan bersorbankan warna hitam. Namun ketika menyampaikan ke Yahya bin Adam informasi itu berubah bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam. Masuk Makkah itu dengan berbendera putih.

Yang mungkin akan dipertanyakan lebih lanjut, sebab apa Imam Muslim lebih memilih Informasi Syarik lewat jalur ‘Aly bin Hakim yang informasinya adalah bersorban bukan bendera?

Yang penulis faham diantara sebab Imam Muslim lebih memilih riwayat Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallam Masuk Makkah dengan bersorbankan warna hitam adalah:

  1. Karena jalur ‘Aly bin Hakim dari Syarik didukung oleh ke 4 rowi lain yang sama-sama seiya sekata dalam lafadz yang dibawanya (ke 4 rowi telah penulis kutip diatas)
  2. Dan selain karena jalurnya saling menguatkan juga ada Syahid dari jalur lain dari Mu’awiyah bin ‘Ammar dari Abu Zubair dari Jabir r.a. berikut riwayatnya:

 

 حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الثَّقَفِيُّ، قَالَ يَحْيَى: أَخْبَرَنَا، وقَالَ قُتَيْبَةُ: حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمَّارٍ الدُّهْنِيُّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْأَنْصَارِيِّ، ” أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ مَكَّةَ – وَقَالَ قُتَيْبَةُ: دَخَلَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ – وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ بِغَيْرِ إِحْرَامٍ “، وَفِي رِوَايَةِ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ

“Dari Jabir r.a bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallamāhu ‘alaihi wasallam Telah masuk Makkah dengan memakai sorban hitam”

(H.R. Imam Muslim: Shahih Muslim. Juz 2 hal. 990)

Terakhir Imam al-Bukhari juga memilih riwayat inilah yang benar bahwa Nabi masuk kota Makkah dengan memakai sorban bukan riwayat yang dibawa oleh Yahya bin Adam tentang bendera putih:

قَالَ مُحَمَّدٌ: «وَالحَدِيثُ هُوَ هَذَا»

al-Bukhari berkata: “Hadits inilah (yang benar)”

Atas dasar ini maka jalur Yahya bin Adam dari Syarik dengan informasi bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam Masuk Makkah dengan berbendera putih adalah riwayat yang munkarriwayat ini sudah gair muhtamal.  

 

Bersambung pada pembahasan Hadits Kedua,. Silahkan klik disini ….


[1] Kitab Tahdzibu al-Kamal: al-Mizzy. Juz 31 hal. 191

[2] Kitab Tahdzibu at-Tahdzib: Ibnu Hajar Juz 11 hal. 175

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 2 =