Belajar Takhrij Hadits 1

Pelajaran Pertama:  Cara Mudah Mencari Rowi bersambung atau tidaknya dengan Guru atau Muridnya di Kitab Rijal (Kitab Biografi Rowi)

 

Tahzibul KamalDalam ilmu periwayatan para ulama terdahulu sudah menyusun bentuk sistematis dalam cara penilaian seorang rowi akan ketersambungannya dengan guru dan juga penilaian rowi dari segi ‘Adalah (Karakter) dan Dhobt (kekuatan hafalan). Berikut langkah-langkah mencari dan menilai ketersambungan rowi dengan gurunya dan juga penilaiannya.

CARA PERTAMA: Untuk mengetahui apakah rowi yang di cari  tersebut tsiqoh atau dloif, dan apakah rowi tersebut bersambung dengan gurunya atau muridnya? Di tambah juga untuk mengetahui di kitab apa saja rowi tersebut berada di kitab yang 6 [1]? maka pertama kali kitab rijal yang di pakai untuk mencari biografi rowi tersebut adalah kitab TAHDZIBUL KAMAL [2].

Hal ini didasarkan analisa karena kitab ini meliputi penyebutan biografi rowi-rowi berikut guru dan muridnya dan di sebutkan dimana  rowi ini berada dalam kitab yang 6 itu. Apabila rowi yang dicari itu didapatkan di kitab tersebut dan di pakai oleh dua kitab shohih (Al-bukhory dan Muslim) maka rowi tersebut bisa dipastikan kuat dan bersambung kecuali ada pengecualian dari ketersambungan dengan guru atau murid tersebut.

tahzibut TahzibAdapun apabila riwayat rowi tersebut tidak dikeluarkan oleh Shohihain (Al-Bukhory dan Muslim) dan tidak didapatkan keterangan di kitab TAHDZIBUL KAMAL akan ketersambungan atau putusnya dari guru. Maka cara kedua adalah membuka kitab TAHDZIBUT TAHDZIB.

CARA KEDUA: Kitab TAHDZIBUT TAHDZIB yang dikarang oleh Ibn Hajar ini biasanya sebagai penjelas dari  apa yang belum di jelaskan oleh Tahdzibul Kamal. Namun bukan berarti kitab ini (Tahdzibut Tahdzib) lebih lengkap dari Tahdzibul Kamal. Banyak juga rowi-rowi yang dikutip oleh Tahdzibul Kamal tidak di kutip oleh Tahdzibut Tahdzib. Artinya kitab Tahdzibut Tahdzib karya Ibn Hajar ini biasanya melengkapi apa yang belum di jelaskan di kitab Tahdzibul Kamal tersebut.

Untuk memudahkan pemahaman pada penjelasan diatas, kita masuk pada contoh penerapannya.

Contoh 1:

Riwayat Al-Aswad bin Yazid An-Nakho’i dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a:

Apabila kita buka kitab TAHDZIBUL KAMAL biografi Al-Aswad maka akan didapatkan kutipan berikut:

روى عن : بلال بن رباح (س)، و حذيفة بن اليمان (خ س)، و سليمان الفاري، و عبد الله بن مسعود (ع)

Dari kutipan diatas telah jelas menunjukkan bahwa riwayat Al-Aswad bin Yazid dari Ibnu Abbas r.a bersambung karena riwayat Al-Aswad dari Ibnu Mas’ud ini dikeluarkan oleh kitab yang 6 (Al-Bukhory, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzy, An-Nasai dan Ibnu Majah) dengan petunjuk sebuah kode “Ain” (ع) dimana kode itu adalah kode yang dipakai untuk menjelaskan rowi itu di pakai oleh kitab yang 6 tersebut.

Apabila kita dapatkan seperti contoh diatas, ini berarti Imam yang 6 yang didalamnya terdapat Al-Bukhory dan Muslim berhujjah dengan riwayat Al-Aswad dari Ibnu Mas’ud dan menjadi dalil ketersambungan antara keduanya.

Contoh 2:

Riwayat ‘Aly bin Aby Tholhah dari Ibnu Abbas r.a:

Apabila kita buka kitab TAHDZIBUL KAMAL biografi ‘Aly bin Aby Tholhah dari Ibn Abbas r.a maka akan didapatkan kutipan berikut:

روى عن : أبي الوداك جبر بن نوف الهمداني (م) ، وراشد بن سعد المقرائي (د س ق )، وعبد الله بن عباس (فق) مرسل ، بينهما مجاهد

Dari kutipan diatas,  Maka kita dapatkan kode (فق) riwayat ‘Aly dari Ibn Abbas r.a. Kode ini maksudnya adalah “riwayat Ibn Majah di kitab Tafsirnya”. Dan ini menunjukkan bahwa Al-Bukhory dan Muslim tidak berhujjah dengan riwayat ‘Aly bin Aby Tholhah dari Ibn Abbas r.a. Periwayatan ‘Aly dari Ibn Abbas r.a hanya ada di kitab tafsir Ibnu Majah saja. Imam Mizzy (pengarang kitab Tahdzibul Kamal) menjelaskan bahwa riwayat ‘Aly bin  Aby Tholhah ke Ibnu Abbas r.a itu Mursal yang sebenarnya antara ‘Aly dan Ibn Abbas r.a melewati perantara rowi Mujahid bin Jabar. Lihat kata diatas dengan kutipan sebagai berikut:

وعبد الله بن عباس (فق) مرسل ، بينهما مجاهد

Dan apabila kita baca lebih lengkap ke bawah biografi ‘Aly bin Aby Tholhah di kitab Tahdzibul Kamal ada dua penukilan Al-Mizzy dari Qoul Abu Hatim dan Ibn Hibban sebagai penguatnya:

Tukilan pertama di kitab Tahdzibul Kamal:

قال أبو حاتم : عن دحيم : لم يسمع من ابن عباس التفسير

“Abu Hatim berkata: “(Aly bin Aby Tholhah) ia tidak  mendengar dari Ibn Abbas r.a di kitab Tafsir (ibn Majah)”.

Tukilan kedua di kitab Tahdzibul Kamal:

وذكره ابن حبان في كتاب (الثقات) ، وقال : روى عن ابن عباس الناسخ والمنسوخ ولم يره

“Dan Ibn Hibban menyebutkan di kitab Ats-Tsiqoth: Ia (Aly) meriwayatkan dari Ibn Abbas r.a (tentang) Nasikh Mansukh akan tetapi ia tidak berjumpa dengannya”.

Penjelasan-penjelasan diatas menunjukan riwayat ‘Aly bin Aby Tholhah dari Ibnu Abbas adalah Inqitho (terputus).

Contoh 3:

Riwayat Aban bin ‘Utsman bin ‘Affan dari Ayahnya Utsman bin ‘Affan r.a:

Apabila kita buka kitab TAHDZIBUL KAMAL biografi  Aban bin ‘Utsman dari Ayahnya maka akan didapatkan kutipan berikut:

روى عن : أسامة بن زيد (س) إن كان محفوظا، وزيد بن ثابت (4) ، وأبيه عثمان بن عفان (بخ  م  4) .

Apabila kita perhatikan kutipan diatas,  Maka kita dapatkan riwayat Aban dari bapaknya dengan kode (بخ  م  4). Apa maksudnya kode ini?

Kode بخ   : maksudnya Kitab Adabul Mufrod Imam Al-Bukhory.

Kode م : maksudnya kitab Imam Muslim

Kode 4: maksudnya adalah kitab yang  4 : (Abu Daud, At-Tirmidzyy, Nasai dan Ibnu Majah)

Dengan kode-kode tersebut dapat di fahami rowi yang bernama Aban dari bapaknya tidak di pakai oleh Al-Bukhory di kitab Shohihnya, ia di pakai hanya di kitab Adabul Mufrod. Adapun Imam Muslim  memakainya. Namun  perlu ditelusuri lagi lebih lanjut apakah Aban di kitab Shohih Muslim di pakai sebagai riwayat pokok (utama) atau  riwayat mutaba’ah (riwayat pendukung). Adapun di kitab yang 4 (Abu Daud, Tirmidzy Nasai dan Ibnu majah) Aban di pakai riwayatnya.

Dengan penjelasan diatas, rowi Aban ini masih belum jelas ketersambungan dengan Ayahnya terutama keberadaannya di kitab Muslim apakah di pakai sebagai riwayat pokok atau mutabaah? Dengan begitu apabila cara pertama belum di temukan titik terangnya, maka kita pakai langkah kedua yaitu mencari di kitab TAHDZIBUT TAHDZIB karya Ibn Hajar.

Dengan  melihat kitab Tahdzibut Tahdzib (kitab ke 2 yang dibuka) maka penjelasan rowi Aban dari ayahnya yaitu Utsman bin ‘Affan r.a di dapatkan keterangan sebagai berikut:

قال الأثرم : قلت لأحمد : أبان بن عثمان سمع من أبيه ؟ قال : لا.

“Imam Atsrom berkata: Abu berkata ke Imam Ahmad: (Apakah) Aban bin ‘Utsman mendengar dari Ayahnya? Ia (Imam Ahmad) menjawab: Tidak.”

Perkataan Imam Ahmad ini menunjukkan keterputusan sama’ (mendengarnya) Aban ke Ayahnya. Namun Ibnu Hajar mengomentarinya di kitab karangannya tersebut (Tahdzibut Tahdzib) dengan menjelaskan:

حديثه في صحيح مسلم مصرح بالسماع من أبيه.

Ibnu Hajar berkata: “Haditsnya (Aban) di kitab Shohih Muslim ada penjelasan Sama’nya (mendengar langsung) dari Ayahnya.


Keterangan: Penjelasan sama’ (mendengar langsung) dibuktikan biasanya dengan lambang periwayatan:

حدّثني – أخرني – أنبأني

Adapun lambang periwayatan: قال  dan عن  maka lambang ini belum dianggap mendengar langsung. Itupun khusus bagi rowi-rowi yang di pertanyakan ketersambungan dengan gurunya. Adapun rowi-rowi yang tsiqoh (terpercaya) dan dikenal hafalannya dan dekatnya dengan guru, maka periwayatan: قال  dan عن  dipastikan riwayatnya bersambung dengan gurunya.


Disini penjelasan Ibn Hajar yang Mustbit (menetapkan) lebih di dahulukan daripada Manfie (mentiadakan) dimana penjelasannya kuat bahwa Aban meriwayatkan dari Ayahnya dengan menggunakan lambang periwayatan “tashrih bissama” (mendengar langsung). Sehingga dapat disimpulkan riwayat Aban ke Ayahnya tidak inqotho (terputus) tapi maushul (bersambung)

Demikian yang bisa ana tulis di Pelajaran Pertama ini. kurang lebihnya mohon maaf.

IKUTI PELAJARAN KEDUA DI LAIN KESEMPATAN

Keterangan: bagi Ikhwan dan Akhwat yang belum memiliki kitab Tahdzibul Kamal yang 35 Jilid tebal dan Tahdzibut Tahdzib nya yang juga tebal tebal dengan harga jutaan rupiah jangan sedih karena kitabnya sudah ada di file PDF Jadi bisa mempraktekkannya langsung tanpa harus beli.

Silahkan untuk download Tahdzibul Kamal klik disini dan untuk download Tahdzibut Tahdzib klik disini

Dan bagi ikhwan dan akhwat yang ingin mengikuti pelajaran selanjutnya dari materi ini, silahkan di kutip alamat email, facebook, WA atau yg lainnya di halaman komentar untuk mendapatkan konfirmasi kelanjutan materi selanjutnya.

 BERSAMBUNG …..


[1] Kitab 6 maksudnya: Al-Bukhory, Muslim, Abu Daud, Tirmidzy Nasai, dan Ibnu Majah

[2] Kitab ini pengarangnya Imam Jamaludin Al-Mizzy

8 thoughts on “Belajar Takhrij Hadits 1

  1. Abu Aqsith Post author

    Afwan untuk sementara keterbatasan kuota blog. belum bisa menyediakan file downloadan kitab.

    Silahkan ke situs Waqfeya saja, banyak kitab yang bisa Ikhwan Akhwat download sepuasnya.

    Ana bantu untuk link downlaod kitab Tahzibul Kamal dan Tahdzibut Tahzib ana simpan di sebelah kanan sidebar (right sidebar). bisa dilihat.

    Atau ana langsung kutip disini:

    Link Download kitab Tahdzibut Tahzib: Ibn Hajar
    http://waqfeya.com/book.php?bid=842

    Link Download kitab Tahdzibul Kamal: Jamaludin Al-Mizzy
    http://waqfeya.com/book.php?bid=699

    Afwan atas kekurangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *