Belajar Tahkhrij Hadits 4

Pelajaran Kedua:

Belajar Mengenal dan Menghafal Rumus-Rumus (Kode) di Kitab Tahdzibul Kamal.

———————

———————

Afwan bagi yang menyimak pembelajaran ini sedikit terganggu, cuma ingin survei dulu:
1. Apakah Pembelajaran Takhrij Metode seperti ini sangat di perlukan?

(apabila belum diperlukan ana mau fokus dulu untuk mem-publish riwayat-riwayat yang lain dari beberapa tema yang masih hangat di diskusikan dan diperdebatkan dan untuk sementara pembelajaran ini di pending dulu)

2. Selain kitab rujukan kendala apa yang di hadapi untuk belajar Takhrij Hadits?

(cuma sharing ilmu)

Afwan sebelumnya.

2 thoughts on “Belajar Tahkhrij Hadits 4

  1. ijad

    Assalamualaikum ustaz

    saya ijad dari Malaysia. Saya baru pulang dari menghadiri bengkel asas hadis di kuala lumpur dan saya merasakan ilmu hadis ini penting bagi saya untuk melindungi khazanah islam ini dari dicemarkan oleh pihak pihak tak bertanggungjawab dan musuh musuh islam sehingga membawa bencana kepada umat. Saya terpanggil untuk memelihara kesucian hadis ini dengan mempelajari cara-cara untuk mengklasifikasikan hadis menurut tingkatannya supaya yang sahih dan menepati alquran sahaja layak disebarkan dalam masyarakat. Ini kerana terlalu ramai asatizah sewenang-wenangnya menggunakan hadis tanpa menilai dulu status hadis tersebut lantas menyebarkan kepada masyarakat, lalu sebahagiannya tidak menyemak dan mengamalkannya tanpa mengetahui bahawa hadis tersebut sahih ataupun dhaif lagi maudhu’.

    saya merasakan ilmu takhrij oleh ustaz wajar di teruskan, dan saya berharap setiap artikel pengajian takhrij hadis ini bolehlah diemelkan kepada saya.

    terima kasih banyak ustaz

    jazakallah.

    1. Abu Aqsith Post author

      Wa’alaikumussalam.

      Syukron atas masukannya.
      In Syaa Allah kita sama-sama memiliki panggilan untuk memperdalam Ilmu hadits ini dan merasa terpanggil untuk benar-benar selektif dalam memilah dan mimilih riwayat yang dimana dari zaman sepeninggal tabi’ien telah tersebar riwayat-riwayat yang tidak layak disandarkan ke Nabi kita saw disaat riwayat-riwayat itu melewati orang-orang lemah dan orang-orang yang suka berdusta.

      Ana pribadi rasakan masih sedikit orang-orang muslim yang suka akan ilmu takhrij hadits. karena itu menyiarkan dan mensosialisasikannya ke kaum muslim adalah pekerjaan mulia guna menjaga khazanah ilmu.

      Salam kenal dari ana pribadi untuk kaum muslim di Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *