Post ini adalah lanjutan dari kajian sebelumnya yang telah kami share, Bagi yang belum baca artikel-artikel sebelumnya tentang tema ini silahkan klik disini,..

Amalan Qurban Untuk Yang Meninggal

 حدثنا عثمان بن أبي شيبة قال ثنا شريك عن أبي الحسناء عن الحكم عن حنش قال  : رأيت عليا رضي الله عنه يضحي بكبشين فقلت له ما هذا ؟ فقال إن رسول الله صلى الله عليه و سلم أوصاني أن أضحي عنه فأنا أضحي عنه .

Dari Hanasy ian berkata: Aku melihat Ali radliyallahu ‘anhu berqurban dengan dua ekor kambing, kemudian aku katakan kepadanya, apa ini? Lalu ia berkata: “sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama telah berwasiat kepadaku agar berqurban untuknya, maka aku berqurban untuknya” (H.R.Abu Daud No. 2790)

Takhrij Hadis:

Hadis ini tidak penulis ketahui lagi selain di kitab sunan Aby Daud ini dengan sanad yang gharib. Hanasy bin Al-Mu’tamir hadis-hadisnya dipermasalahkan. Imam Al-Bukhary menilai: yatakallamuna fiehi. Imam An-Nasai menilai: laisa biqawie.[1]. Al-Hafidz Ibnu Hajar menilai: shaduq lahu Auham.[2]

Riwayat ini lemah. Kesendirian Hanasy yang memiliki banyak kekeliruan riwayatnya tidak bisa diterima selama tidak ada hadis lain yang mendukungnya.

SYARAH HADIS

Berqurban untuk yang meninggal tidak didapatkan dasar yang kuat untuk diamalkan, termasuk dalam hadis ini didapatkan seorang rowi yang memilki banyak kekeliruan yaitu Hanasy. Rowi yang banyak keliru seperti Hanasy ini tidak bisa berdiri sendiri dalam menyampaikan suatu riwayat, kesendiriannya tidak kuat. Terbukti pada apa yang diriwayatkannya disini beliau menyendiri.

 

AMALIAH QURBAN

Batas menyimpan daging qurban

 حدثنا مسدد حدثنا يزيد بن زريع حدثنا خالد الحذاء عن أبي المليح عن نبيشة قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ” إنا كنا نهيناكم عن لحومها أن تأكلوها فوق ثلاث لكي تسعكم فقد جاء الله بالسعة فكلوا وادخروا واتجروا ألا وإن هذه الأيام أيام أكل وشرب وذكر الله عزوجل ” .

Dari Nubaisyah ia berkata: Rasulullah s.a.w telah bersabda: “sesungguhnya dahulu kami telah melarang kalian dari memakan daging qurban di atas tiga hari agar mencukupi kalian. Allah telah memberikan keluasan maka makanlah dan simpanlah dan juallah ! ketahuilah bahwa hari-hari ini adalah hari-hari makan, minum dan dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala” (H.R. Abu Daud No.2813)[3]

Takhrij Hadis:

Hadis ini juga dikeluarkan oleh Imam Ahmad[4]. Imam Muslim[5]. Imam Ad-Daraquthny[6].

Hadis ini shahih.

Nusyaibah bin Abdullah adalah seorang shahabat Rasulullah s.a.w [7]

Abu Mulaih bin Usamah bin Umair tsiqah [8]

Khalid Al-Hadza adalah Khalid bin Mihran Abul Manazil tsiqah yursil [9]

Yazid bin Zurai’ Abu Mu’awiyah tsiqatun tsabtun [10]

Riwayat ini shahih dan diikuti dari berbagai jalan sanad yang lain seperti jalur Imam Muslim dari arah shahabat Nabi s.a.w yaitu Abdullah bin Waqid.

SYARAH HADIS

Dalam menyikapi permasalahan batas maksimal menyimpan daging qurban ini para ulama berbeda pendapat tentang hukum menyimpan daging hewan qurban melebihi tiga hari atau hari tasyrik. Pendapat pertama ada yang melarang bahwa batas maksimal menyimpan daging qurban itu tiga hari atau jangan melebihi hari tasyrik.

Pendapat ini dari dulu sampai sekarang ada sebagian daerah yang masih memegang erat sebuah keterangan dari ulama atau ustadz setempat bahwasanya kita tidak boleh memakan atau menyisakan daging qurban itu lebih dari tiga hari. Jadi, dengan demikian batas maksimal memakan daging qurban itu selama tiga hari menurut daerah tertentu dan itu mungkin sesuai hadis di bawah ini:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَأْكُلُ أَحَدُكُمْ مِنْ لَحْمِ أُضْحِيَّتِهِ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

Qutaibah menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepada kami dari Nafi’ dari Ibnu Umar, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama  , beliau bersabda, “Salah seorang dari kalian tidak boleh memakan daging qurbannya lebih dari tiga hari”. Shahih Al-Irwa’ (1155), Muslim dan Al-Bukhari.[11]

Ia berkata, “Dalam bab ini ada riwayat lain dari Aisyah dan Annas”. Abu Isa juga berkata. “Hadits Ibnu Umar ini adalah hasan shahih”. Pada mulanya, Rasulullah s.a.w. melarang memakan daging qurban lebih dari tiga hari, namun setelah itu beliau membolehkannya.

Pendapat kedua, ada yang yang berpendapat bahwasanya tidak ada batas maksimal dalam menyimpan daging qurban itu dan ini sesuai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama  diatas yaitu H.R. Abu Daud No.2813)[12]

Sesungguhnya hadits pertama yang menyebutkan tidak bolehnya menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari itu telah di nasakh oleh hadis yang kedua bahwa Nabi telah membolehkan menyimpan daging qurban itu melebihi dari tiga hari, artinya tidak ada batasan waktu untuk menyimpan daging qurban.

 

KESIMPULAN

Dari apa yang telah kami susun diatas dari post pertama sampai terakhir ini, maka kami menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Hukum berqurban adalah sunnah muakkadah dan ini telah sesuai dengan pendapat jumhur ulama. Namun bagi yang belum bisa berqurban maka kesunahannya dapat gugur ketika salah satu keluarganya mampu berqurban, dan inilah yang dikenal oleh para ulama dengan sunnah kifayah seperti apa yang difahami oleh Imam Nawawi dan yang lainnya.
  2. Sebagai kepemilikan hewan qurban maka 1 ekor kambing oleh 1orang dan 1 sapi atau 1 unta oleh 7 orang. Adapun kepemilikan 1 unta oleh 10 orang tidak kuat diduga kuat terdapat kekeliruan pada salah satu rowinya.
  3. 1 orang boleh berqurban lebih dari 1 kambing atau berqurban 1 sapi jika mampu adapun batasan maksimalnya untuk 1 ekor sapi atau 1 ekor unta adalah 7 orang.
  4. Tidak ada riwayat yang shahih dan sharih bolehnya 1 ekor kambing atau 1 ekor sapi dimiliki oleh banyak orang sekampung misalnya dengan cara iuran bersama.
  5. Seseorang yang berqurban boleh berdo’a dalam qurbannya diperuntukkan bagi keluarga hanya sebagai gugurnya anjuran sunnah yang sangat mengharuskan terhadap yang belum bisa berqurban (sunnah kifayah), adapun fahala qurban kembali hanya kepada sipemilik qurban tersebut.
  6. Apabila dalam 1 keluarga masing-masing mampu berqurban tentu itu lebih baik karena tidak kita temukan anjuran mengharuskan 1 orang saja dalam 1 keluarga.
  7. Jenis hewan yang diqurbankan adalah hanya 4 jenis yaitu Unta, Sapi, Kambing dan Domba adapun beberapa hewan yang memiliki kemiripan pada 4 jenis hewan ini terjadi silang pendapat seperti Kerbau boleh di jadikan hewan qurban disebabkan banyak kemiripan dengan sapi.
  8. Dari 4 hewan tersebut salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah musinnah dan tidak cacat.
  9. Untuk Musinnah unta berumur 5 tahun jalan, Sapi 2 tahun jalan, dan kambing genap 1 tahun jalan.
  10. Khusus Domba boleh zad’ah yakni usia kurang dari 1 tahun disebabkan pertumbuhan domba ditaksir bisa lebih cepat dan sudah masuk usia dewasa jadi pejantan.
  11. Disyariatkan pisau atau alat untuk menyembelih hewan harus tajam untuk mempermudah urusan dan tidak menyakiti hewan tersebut.
  12. Disyariatkan pula membaca bismillah dan mengucapkan takbir ketika hendak menyembelih.
  13. Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melarang untuk tidak boleh menyimpan daging qurban lebih 3 hari, namun telah dimansukh dengan riwayat lain yang membolehkannya.
  14. Antara yang mewajibkan dan mensunnahkan hukum berqurban terjadi ikhtilaf apakah wajib atau sunnah, dan untuk terbebasnya dari perselisihan tersebut sebaiknya kita berusaha untuk bisa berqurban setiap tahunnya dimana fahala bagi si pengurban adalah fahala yang sangat besar disisi Allah subhanahu wata’ala

Demikian materi-materi tentang Iedul Qurban yang bisa kami sampaikan. untuk kajian lain yang mungkin diperlukan bisa hubungi kami lewat no. 082229991178. in sya Allah jika materi tersebut rampung kami susun akan kami share secepatnya.


Abu Aqsith – Dadi Herdiansah,

Pameungpeuk, Bandung – Jawa Barat – Indoneisa.


[1] Kitab Tahdzibul Kamal; Imam Al-Mizzy. Juz 7 hal. 433 cet. Muassasatu Ar-Risalah

[2] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 278 no. 1586 cetakan: Darul ‘Ashimah

[3] Kitab Sunan Aby Daud; Imam Abu Daud. Juz 3 hal. 165 Cet. Daru Ibni Hazm

[4] Musnad Ahmad No. 11606, 11627, 20278, 23015

[5] dengan sanad yang berbeda meriwayatkan No. 1971

[6] No. 4679

[7] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 997 no. 7144 cetakan: Darul ‘Ashimah

[8] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 1220 no. 8456 cetakan: Darul ‘Ashimah

[9] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 292 no. 1690 cetakan: Darul ‘Ashimah

[10] Kitab Taqribu Tahdzib; Al-Hafidz Ibnu Hajar. Hal. 1074 no. 7764 cetakan: Darul ‘Ashimah

[11] Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Shahih Sunan at-Tirmidzi, no 1509, chm

[12] Kitab Sunan Aby Daud; Imam Abu Daud. Juz 3 hal. 165 Cet. Daru Ibni Hazm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 5 =